NGANJUK, JP Radar Nganjuk – Kobaran api menghanguskan tempat penyulingan daun cengkih milik Dwi Priatmojo, 29, warga Dusun Sugihan, Desa Duren, Kecamatan Sawahan, Sabtu (5/9). Api yang diduga berasal dari proses penyulingan tersebut merambat ke tumpukan daun cengkeh yang berada di sekitar tempat penyulingan.
Kebakaran diketahui warga sekitar pukul 18.00 WIB. Saat itu, warga melihat api muncul di sekitar tempat penyulingan. Kobaran api kemudian mulai merambat ke tumpukan daun cengkih yang berada di samping tempat penyulingan.
Warga yang mengetahui kejadian tersebut langsung memberitahukan kepada pemilik. Dwi kemudian meminta bantuan petugas pemadam kebakaran dengan melaporkan kejadian tersebut melalui Call Center Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Nganjuk.
Laporan kebakaran diterima petugas sekitar pukul 18.53 WIB. "Petugas siaga dari Pos Bantu Pace dan Mako Damkarmat Nganjuk langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan penanganan," ujar Kepala Damkarmat Kabupaten Nganjuk Imam Ashari.
Jarak lokasi yang cukup jauh membuat petugas cukup lama dalam perjalanan. Petugas tiba di lokasi sekitar pukul 19.20 WIB. "Petugas langsung melakukan pemadaman agar api tidak semakin meluas, terutama ke bagian lain di sekitar tempat penyulingan," jelas Imam.
Proses pemadaman berlangsung sekitar dua jam. Api akhirnya berhasil dikendalikan dan pemadaman dinyatakan selesai.
Berdasarkan laporan awal Damkarmat Nganjuk, kebakaran tersebut diduga berkaitan dengan proses penyulingan daun cengkeh. Sebelumnya, sekitar pukul 16.00 WIB, pekerja mulai memasak daun cengkeh di tempat penyulingan. Setelah proses dimulai, pekerja meninggalkan lokasi sambil menunggu proses penyulingan berlangsung.
Sekitar dua jam kemudian, warga melihat api di sekitar tempat penyulingan. Kobaran tersebut kemudian merambat ke daun cengkih yang akan digunakan untuk proses penyulingan dan berada di sekitar lokasi.
Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian tersebut. Namun, kebakaran menyebabkan kerugian materi yang besar. "Total kerugian mencapai Rp 150 juta," pungkasnya.
Editor : rekian