NGANJUK, radarnganjuk.jawapos.com- Kekeringan di Kabupaten Nganjuk semakin meluas. Kekeringan tidak hanya terjadi di Kecamatan Lengkong. Melainkan juga terjadi di dua kecamatan lain. Yakni di Kecamatan Ngluyu dan Ngetos.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan dan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nganjuk Sutomo mengatakan, sejak beberapa hari terakhir, kekeringan yang terjadi di Kabupaten Nganjuk terus meluas. “Kami mendapat laporan kekeringan di dua desa di dua kecamatan di Kabupaten Nganjuk,” ujar Sutomo.
Laporan pertama datang dari Desa Lengkong Lor, Kecamatan Ngluyu. Sedangkan laporan kedua berasal dari Desa Oro-Oro Ombo, Kecamatan Ngetos. Kedua desa tersebut mengeluhkan hal yang sama. Yakni kesulitan air bersih. “Banyak sumur yang mulai mengering,” tambahnya.
Menanggapi hal itu, BPBD Nganjuk langsung melakukan droping air bersih. Proses tersebut dilakukan secara bebarengan di antara tiga desa yang terdampak kekeringan. Selain itu, BPBD Nganjuk juga memaksimalkan penyediaan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat (Pamsimas) di desa-desa terdekat.
“Proses droping air bersih terus dilakukan oleh Pemkab Nganjuk dan organisasi lintas sektor lainnya,” tandasnya.
Sementara itu, Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Nganjuk Iwan Setiawan mengatakan potensi kekeringan masih bisa meluas di Kabupaten Nganjuk. Itu karena musim kemarau yang masih akan berlangsung selama beberapa pekan ke depan.
Bahkan, dari prediksi awal, musim kemarau masih akan berlangsung hingga akhir September mendatang. Artinya musim penghujan baru akan datang di bulan depan. “Kabupaten Nganjuk sedang mengalami musim kemarau ekstrem. Indikatornya adalah hujan yang tidak turun selama 60 hari terakhir,” ujarnya.
Iwan mengimbau kepada masyarakat yang berada di titik kekeringan untuk waspada. Salah satu caranya adalah dengan menghemat air bersih yang tersisa. Sedangkan untuk Pemkab Nganjuk, Iwan mengimbau agar droping air bersih dilakukan secara rutin di titik-titik kekeringan. “Semoga hujan segera turun agar tidak ada kekeringan di Nganjuk,” tandasnya.
Editor : rekian