NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Proses pengadaan lahan untuk jalan tol Kediri-Kertosono (Keker) terus dikebut. Kemarin, musyawarah penetapan bentuk ganti kerugian dilaksanakan di Desa Ngadirejo, Kecamatan Tanjunganom. Dari 217 bidang tanah yang terdampak ada 181 bidang tanah milik warga.
Ketua Pengadaan Tanah Tol Keker Yeri Agung Nugroho mengatakan, 36 bidang tanah lainnya merupakan fasilitas umum dan tanah kas desa. Untuk fasum nanti akan dikembalikan ke fungsi awalnya sedangkan tanah kas desa akan diganti dengan tanah dengan nilai yang sama.
Adapun 181 bidang tanah milik warga Desa Ngadirejo, mayoritas sepakat untuk menerima ganti rugi dalam bentuk uang. “Ada beberapa yang masih pikir-pikir,” ucap Yeri. Yang masih pikir-pikir itu adalah warga yang status tanahnya adalah waris. Mereka harus berunding dengan keluarga sehingga tidak bisa langsung memutuskan sendiri bentuk ganti ruginya.
Untuk diketahui, musyawarah dilaksanakan dalam dua sesi. Yakni pukul 10.00-12.00 dan sesi kedua dilanjut pukul 13.00-15.00. Setelah sesi tanya jawab, warga dipanggil satu per satu untuk menandatangani berita acara persetujuan bentuk ganti rugi dan menerima amplop berisi besaran nominal ganti rugi.
Warga yang masih keberatan dengan nominal yang telah disampaikan bisa mengajukan keberatan melalui Pengadilan Negeri Kabupaten Nganjuk. Waktu yang diberikan selama 14 hari. Jika dalam waktu yang telah ditetapkan tidak ada surat keberatan maka warga dianggap sepakat dengan nominal tersebut.
Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen Kartika Sari mengatakan uang ganti untung akan cair paling cepat satu bulan. Itu setelah berkas dokumen kepemilikan tanah warga terdampak dinyatakan lengkap oleh Lembaga Managemen Aset Negara (LMAN). “Warga harus sabar menunggu jika pencairannya lebih dari satu bulan. LMAN juga mengurus pencairan untuk PSN (proyek strategis nasional, Red) di seluruh Indonesia. Mereka akan melakukan verifikasi terkait kepemilikan tanah dan bangunan itu,” tandasnya.
Sebelumnya diberitakan, panitia pembebasan lahan tol Keker tengah mengebut proses pencairan ganti rugi warga terdampak. Targetnya, 75 persen pembebasan lahan harus selesai pada bulan Juni agar proyek tol Keker bisa segera dimulai.
Rencananya, konstruksi tol Keker yang merupakan proyek strategis nasional penghubung jalan ke Bandara Dhoho Kediri ini akan dimulai pada bulan Juni. Saat ini, proses pembebasan lahan baru mencapai sekitar 10 persen.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Redaksi Radar Nganjuk