Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya Video

Kena Dampak Tol Kediri-Kertosono, Petani di Tanjunganom Nganjuk Jadi Miliarder

Ilmidza Amalia Nadzira • Jumat, 9 Februari 2024 | 19:40 WIB
Photo
Photo

NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Mujiono, petani asal Desa Sumberkepuh, Kecamatan Tanjunganom mendadak jadi miliarder kemarin. Pria berusia 57 tahun itu mendapatkan uang Rp 8,5 miliar. Uang miliaran tersebut diperoleh dari ganti rugi sawah miliknya yang terkena dampak pembangunan Tol Kediri-Kertosono (Keker) yang melintas di Desa Sumberkepuh. “Semua sawah saya kena Tol Keker,” ungkap Mujiono saat ditemui di Balai Desa Sumberkepuh kemarin.

Total lahan sawah Mujiono yang kena Tol Keker adalah 11.425 meter persegi. Uang ganti rugi Tol Keker yang didapat Mujiono tidak diterima secara cash. Namun, dibayar dengan cara ditransfer ke rekening Mujiono.

Lalu untuk apa uang Rp 8,5 miliar? Mujiono terlihat bingung saat ditanya tentang hal itu. Dia tidak bisa langsung menjawab. Setelah berpikir beberapa menit, dia pun mengaku akan menggunakan sebagian uang untuk membeli sawah lagi. “Sawah itu untuk investasi saya,” ujarnya.

Selain Mujiono, ada 163 warga yang mendapat ganti rugi Tol Keker. "Dana yang disiapkan untuk ganti untung 164 warga Desa Sumberkepuh, Kecamatan Tanjunganom sebesar Rp 60 miliar," ujar Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Tol Keker Kartika Sari.

Pembayaran dilakukan setelah semua warga yang terdampak Tol Keker telah setuju dalam musyawarah pada November 2023. Kemudian, berkas kepemilikan lahan juga sudah beres. Sehingga, pencairan bisa dilakukan. “Pihak Lembaga Managemen Aset Negara (LMAN) telah menyetujui dan mencairkan uang ganti untungnya,” ujarnya.

Kartika mengatakan, uang yang diterima warga terdampak Tol Keker itu sebagai ganti untung. Bukan ganti rugi. Karena harga yang diberikan untuk lahan yang terdampak Tol Keker di atas harga pasar. Sehingga, rata-rata warga Desa Sumberkepuh yang tanahnya terkena Tol Keker mendapatkan uang ganti untung sebesar Rp 1 miliar. Sedangkan, yang paling banyak adalah Mujiono. Dia menerima Rp 8,5 miliar karena lahannya paling luas terkena Tol Keker.

Sementara itu, Ketua Pengadaan Tanah Tol Keker Yeri Agung Nugroho melalui Kasi Pengadaan Tanah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Nganjuk Rijatnoko menjelaskan, selain tanah milik warga, ada juga tanah kas Desa Sumberkepuh yang terkena Tol Keker. Total ada 294 bidang tanah yang kena Tol Keker. Sedangkan, yang milik warga sebanyak 251 bidang.

Rijatnoko mengatakan, untuk tanah kas desa tidak akan mendapat ganti rugi berupa uang. Namun, akan diganti dengan tanah. Sama dengan fasilitas umum yang terkena tol. Pemerintah akan menggantinya dalam bentuk fasilitas umum. “Juni nanti target kami 75 persen pembebasan tanah untuk Tol Keker harus selesai. Sehingga, pembangunan bisa dimulai,” ungkapnya.

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Redaksi Radar Nganjuk
#miliarder #nganjuk #petani #tol kediri kertosono