NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Warga di Desa Sugihwaras, Kecamatan Prambon akan menjadi miliarder setelah pemilihan umum (pemilu) 14 Februari 2024. Namun, tidak semua warga yang menjadi miliarder dadakan. Hanya warga yang tanahnya terkena Tol Kediri-Kertosono (Keker). Karena setelah mencairkan puluhan miliar untuk warga Desa Sumberkepuh, Kecamatan Tanjunganon, pencairan akan berlanjut ke Desa Sugihwaras. "Setelah pemilu, kami akan musyawarah pencairan ganti rugi Tol Keker di Desa Sugihwaras," ujar Ketua Panitia Pengadaan Tanah Tol Keker Yeri Agung Nugroho melalui Kasi Pengadaan Tanah BPN Nganjuk Rijatnoko.
Sesuai dengan jadwal yang disusun, musyawarah akan dilaksanakan pada Jumat (16/2). Jika semua setuju dan persyaratan beres maka uang ganti rugi akan dicairkan. Otomatis, warga akan menerima uang ratusan juta hingga miliaran rupiah. Sesuai dengan luas lahan yang kena Tol Keker.
Rijatnoko mengatakan, pihaknya akan mengebut proses pembebasan lahan jelang kontruksi pembangunan dimulai pada Juni nanti. Hanya saja minggu depan sudah masuk masa tenang Pemilu 2024.
Sehingga pihaknya diimbau oleh pemerintah untuk tidak melakukan kegiatan musyawarah maupun pencairan UGR yang mengumpulkan massa. “Masa tenang dilarang melakukan kegiatan yang menimbulkan gejolak di masyarakat. Jadi kami tunda sampai pemilu selesai,” tuturnya.
Sayang, Rijatnoko mengaku belum bisa memastikan berapa warga yang akan menerima uang ganti rugi yang dianggap sebagai ganti untung. Karena berapa bidang tanah yang akan dicairkan menunggu keputusan Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN).
Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Tol Keker Kartika Sari mengatakan, LMAN akan menyetujui untuk memberikan ganti untung jika semua persyaratan dan kepemilikan lahan jelas. Sehingga, tidak akan timbul gejolak setelah dibayar. "Harga untuk tanah yang dibayar itu di atas harga pasar. Jadi, kami anggap ganti untung bukan ganti rugi," ungkapnya.
Untuk tanah kas desa atau aset desa dan pemerintah tidak akan menerima ganti untung. Pemerintah akan menggantinya sama dengan yang digunakan untuk Tol Keker. "Kalau fasilitas umum ya gantinya nanti berupa fasilitas umum," ujarnya.
Berdasarkan data yang dihimpun wartawan koran ini, jalan tol yang menghubungkan wilayah Kabupaten Kediri dan Kabupaten Nganjuk ini memakan 2.699 bidang tanah.
Terbanyak ada di wilayah Nganjuk yang mencapai 2.215 bidang. Sedangkan yang di Kabupaten Kediri hanya 484 bidang. Panitia pembebasan lahan Tol Keker saat ini mengebut proses pencairan ganti rugi warga terdampak. Karena bulan Juni nanti proses pencairan harus sudah 75 persen. Sehingga proyek Tol Keker bisa segera dimulai. Rencananya Juni sudah mulai ada kontruksi untuk proyek strategis nasional penghubung jalan ke Bandara Dhoho Kediri ini.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Redaksi Radar Nganjuk