Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Lifestyle Seni & Budaya Opini Khazanah Video

Antusias Masyarakat Nganjuk Memilih Presiden 2024, Lansia Harus Dibopong ke TPS

Redaksi Radar Nganjuk • Kamis, 15 Februari 2024 | 20:05 WIB
Semangat nyoblos : Lansia tak mau hak pilihnya sia-sia. Dia harus dibopong ke TPS untuk mencoblos pilihannya Rabu (14/2).
Semangat nyoblos : Lansia tak mau hak pilihnya sia-sia. Dia harus dibopong ke TPS untuk mencoblos pilihannya Rabu (14/2).

Antusiasme masyarakat Kota Angin patut diacungi jempol di pemilihan umum (pemilu) 2024. Mereka berbondong-bondong mendatangi tempat pemungutan suara (TPS). Salah satunya yang terlihat di TPS 12 Kelurahan Mangundikaran, Kecamatan Nganjuk.
Dari ratusan pemilih yang datang, ada kakek lanjut usia (lansia) yang harus dibopong untuk menggunakan hak pilihnya. Dia adalah Waras. Kakek berusia 75 tahun ini sakit stroke dan asam urat. Baginya sakit bukan halangan untuk menyalurkan aspirasinya memilih calon pemimpin bangsa. “Saya ikut pemilu dan datang ke TPS karena ingin menggunakan hak suara. Satu suara dari saya berguna untuk negara kita,” ujar Waras.
Waras datang ke TPS dengan dibonceng sepeda motor. Kemudian masuk hingga keluar dari TPS, Waras harus dibopong oleh dua orang. Saat datang, linmas langsung membopong Waras masuk TPS. Kemudian, setelah mencoblos, tetangga Waras membopongnya menuju ke sepeda motor. “Kakinya tidak kuat kalau dibuat jalan. Perlu bantuan,” ujar Waras.
Selain Waras, seorang lansia perempuan yakni Rif’ah, 63, mengaku kebingungan saat akan mencoblos dan melipat surat suara. “Surat suaranya terlalu lebar, jadi susah melipatnya,” keluhnya.
Untuk itu, dia harus dibantu petugas saat memasukkan surat suara ke kotak surat suara.
Terpisah, Ketua Komisioner KPU Kabupaten Nganjuk Pujiono mengatakan, KPU memperbolehkan pihak keluarga mendampingi lansia, ibu hamil, dan disabilitas saat mencoblos. Namun, pendamping dilarang mengarahkan atau mendikte dalam menentukan pilihan. “Tak hanya lansia saja, tetapi disabilitas dan ibu hamil juga tetap kami berikan fasilitas khusus itu,” terangnya.
Pujiono menjelaskan, sebagai penyelenggara pemilu, pihaknya akan berusaha warga yang berhak memilih di pemilu bisa mencoblos di pemilu. Menurutnya, lansia memiliki hak yang sama. Banyak lansia yang usianya di atas 60 tahun masih sehat. “Sebaliknya, tak jarang juga orang yang berusia 60 tahun ke bawah itu sudah sakit-sakitan hingga sulit berjalan kaki dan lainnya. Nah, itu yang akan diberikan pendampingan,” tandasnya. (ica/tyo)

Editor : Redaksi Radar Nganjuk