Wow!! Bandara Dhoho Bikin Warga Banjaranyar Nganjuk Jadi Miliarder. Hari Ini Pencairan di Desa Kedungsuko

Redaksi Radar Nganjuk • Dipublikasikan Jumat, 5 April 2024 | 16:57 WIB
Photo
Photo

Bandara Dhoho Kediri yang beroperasi hari ini membawa berkah bagi warga Banjaranyar, Kecamatan Tanjunganom. Kemarin, warga di sana mendapat uang miliaran rupiah. Karena tanahnya terkena Tol Kediri-Kertosono (Keker) yang menjadi akses penunjang Bandara Dhoho Kediri. Sehingga, mereka mendapat uang ganti rugi yang sering disebut ganti untung karena harganya di atas harga pasar. “Sekitar Rp 130 miliar kami cairkan untuk warga Banjaranyar,” ujar Ketua Panitia Pengadaan Tanah Tol Kediri-Kertosono Yuri Angung melalui Kasi Pengadaan Tanah BPN Kabupaten Nganjuk Rijatnoko kemarin.

Uang sekitar Rp 130 miliar tersebut diberikan kepada 122 warga yang tanahnya terkena Tol Keker. Namun, kemarin, tidak semua warga datang. Ada belasan yang belum mengambil uang ganti untung. “Yang sudah hadir sebanyak 111 warga,” imbuh Rijatnoko.

Sebelas warga yang tidak datang itu karena mereka berada di luar kota. Padahal, syarat mencairkan uang ganti untung Tol Keker adalah harus penerimanya sendiri. Tidak boleh diwakilkan.

Rijatnoko menjelaskan, pihaknya sedang mengebut pembayaran uang ganti rugi kepada warga yang terdampak tol. Karena Juni nanti, pembangunan Tol Keker harus sudah dimulai. Setiap Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) sudah menyetujui maka pencairan akan langsung dilakukan. “Kalau LMAN memberikan intruksi untuk mencairkan pasti kami langsung cairkan, karena uang yang diberikan ini berasal dari LMAN,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (DPRKPP) Agus Frihannedy yang juga panitia pengadaan tanah Tol Keker dari Pemkab Nganjuk mengatakan, proses pembayaran uang ganti rugi Tol Keker di Kabupaten Nganjuk masih terus berjalan. Rencananya, hari ini, pemberian ganti rugi Tol Keker akan dilaksanakan di Desa Kedungsuko, Kecamatan Sukomoro. Meski puasa tetapi pencairan akan jalan terus. “Semoga semua yang berhak menerima ganti rugi segera mendapat persetujuan dari LMAN,” harapnya.

Agus menjelaskan, total lahan yang dibutuhkan untuk jalan bebas hambatan itu sebanyak 2.215 bidang atau 82 persen di Kabupaten Nganjuk. Sisanya 484 bidang atau 18 persen di Kabupaten Kediri. Ini sebagai salah satu upaya Pemkab Nganjuk untuk mendukung Bandara Dhoho Kediri. Harapannya, dengan adanya bandara di Kabupaten Kediri, Kota Angin akan merasakan multiplier effect. “Semoga perekonomian masyarakat Nganjuk bisa meningkat dengan adanya Bandara Dhoho Kediri,” harapnya.

Editor : Redaksi Radar Nganjuk