Setiap pulang sekolah, dia harus berebut masuk MPU gratis. Ada empat MPU gratis yang ngetem di depan Mapolsek Berbek saat jam pulang sekolah. Di depan kaca MPU tersebut tertulis jika MPU itu gratis untuk pelajar. Jika beruntung, dia bisa masuk. Namun, jika kalah cepat maka dia harus rela naik MPU yang tidak mendapat subsidi gratis untuk pelajar dari dishub. “Ya naik MPU yang bayar. Bayarnya Rp 2 ribu,” terangnya.
Beruntung, pelajar yang kalah cepat masuk MPU tidak pernah protes. Mereka dengan legawa menerima kenyataan harus naik MPU berbayar. Karena para pelajar menyadari jika MPU gratis untuk pelajar yang tersedia hanya empat MPU di Kecamatan Berbek.
Sementara itu, Toyo, 59, salah satu sopir MPU mengaku jika adanya program MPU gratis untuk pelajar mendapat respons yang luar biasa dari pelajar. Setiap berangkat dan pulang sekolah, MPU gratis selalu diserbu pelajar. Sayang, keterbatasan tempat duduk membuat MPU tidak bisa mengangkut banyak pelajar. “Jika terpaksa kami bisa mengangkut 13 siswa tetapi itu mereka harus mau berdesakan,”ujarnya.
Menurut Toyo, program dishub ini menguntungkan sopir MPU dan siswa. MPU bisa kembali hidup. Kemudian, pelajar tidak perlu bingung ongkos naik MPU. “Mudah-mudahan banyak MPU yang mendapat program gratis untuk pelajar,” harapnya.
Terpisah, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Nganjuk Tri Wahyu Koentjoro melalui Kepala Bidang (Kabid) Angkutan dan Transportasi Makrus mengatakan, jika dishub akan menambah armada untuk program angkutan gratis untuk pelajar. Karena animo pelajar tinggi. Kemudian, MPU yang mendapat program tersebut juga baru enam MPU di seluruh Kabupaten Nganjuk. “Kami berencana menambah armada minibus untuk program ini agar banyak pelajar yang bisa diangkut,” ungkapnya.
Editor : Redaksi Radar Nganjuk