NGANJUK, JP Radar Nganjuk - Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Nganjuk berniat untuk mengembangkan transportasi khusus wisata di Kota Angin. Nantinya mereka akan menggandeng beberapa moda transportasi umum untuk diajak kerja sama. “Rencana kami bikin transportasi umum untuk wisata,” ujar Kepala Dishub Kabupaten Nganjuk Tri Wahyu Koentjoro melalui Kepala Bidang (Kabid) Angkutan dan Transportasi Makrus.
Rencana tersebut masih belum masuk dalam Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Nganjuk tahun ini. Besar kemungkinan realisasinya masih beberapa tahun kemudian. Kini dishub masih terus merancang rincian rencana tersebut.
Meski demikian, Makrus mengatakan, jika dishub sudah memiliki gambaran umum. Mulai dari moda transportasi apa dan rute yang akan digunakan.
Baca Juga: 705 CJH Nganjuk Lakukan Manasik Haji, Simak Kapan Pemberangkatannya
Untuk moda transportasi, Makrus mengatakan jika dinas akan menggandeng PO minibus. Sedangkan untuk rute, baru ada satu yang sudah direncanakan. Yaitu rute dari The Carnival menuju ke Taman Kota Pandan Wilis. Nantinya minibus tersebut akan melewati jalan di dalam kota.
“Tujuannya memang untuk mengenalkan wisata di Nganjuk,” sambungnya sembari mengatakan jika belum menentukan apakah penumpang harus membayar tiket atau dapat naik secara gratis.
Makrus mengatakan, dalam prosesnya nanti, masih akan ada perubahan. Terutama soal rute yang akan dilalui. Besar kemungkinan rute tersebut akan mencakup beberapa destinasi wisata lainnya.
Lebih lanjut Makrus mengatakan jika program tersebut adalah bentuk kepedulian dishub. Terutama kepada moda transportasi umum dan masyarakat umum. Karena dengan adanya program tersebut, akan banyak pihak yang terbantu.
Seperti diketahui sebelumnya, dishub baru saja menggandeng mobil penumpang umum (MPU) di Kota Angin. Total ada enam MPU yang diberi subsidi oleh dishub. Subsidi tersebut diberikan dalam bentuk kerja sama untuk mengangkut pelajar saat berangkat dan pulang sekolah. Dari enam MPU itu, empat diantaranya untun rute Nganjuk-Sawahan. Lalu satu Nganjuk-Pace. Sedangkan satu sisanya untuk cadangan bagi rute Nganjuk-Sawahan.
Dalam satu harinya para sopir mampu mendapat Rp 140 ribu dari dishub. Jumlah tersebut hanya terpotong biaya bahan bakar sebanyak Rp 50 ribu. Artinya para sopir MPU dapat meraup untung mulai Rp 1,8 juta sampai Rp 2,16 juta sebulan.
Editor : Redaksi Radar Nganjuk