NGANJUK, JP Radar Nganjuk – Foto Marhaen Djumadi dengan Calon Bupati (Cabup) Partai Demokrat Trihandy Cahyo Saputro bersama mantan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa beredar di masyarakat. Foto itu menyebar di grup-grup WhatsApp (WA). Sehingga, banyak yang berspekulasi apakah keduanya akan bersanding di Pilkada 2024?
Mantan bupati Marhaen yang akan maju sebagai Cabup Nganjuk pada 27 November nanti mengaku tidak ada maksud atau tujuan untuk bersanding di Pilkada 2024. “Itu hanya ngopi-ngopi saja. Belum ada rencana ke arah sana (bersanding Pilkada, red),” ungkap nya saat dikonfirmasi oleh wartawan koran ini kemarin.
Menurutnya, politik bersifat dinamis. Siapa saja boleh berspekulasi. Karena di politik, dari yang tidak mungkin bisa menjadi mungkin. Hanya saja saat ini dia fokus untuk mempersiapkan fisik dan mental kembali sebagai macung bupati dari kader PDI Perjuangan. “Masih belum ada gambaran apapun siapa pasangannya nanti. Saya juga baru selesai dari pendidikan politik untuk tim pemenangan Pilkada bersama DPP PDI Perjuangan,” ujarnya.
Hanya saja, Kang Marhaen, panggilan akrab Marhaen Djumadi ini mengaku siap menjalani tugas jika diberi amanah partai untuk kembali memajukan Kabupaten Nganjuk.
Sementara itu, Trihandy Cahyo Saputro belum bisa dimintai komentar terkait foto bersama Kang Marhaen. Dihubungi lewat ponselnya kemarin hingga pukul 15.00 belum direspons.
Terpisah, Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Nganjuk Endah Sri Murtini membenarkan, jika foto salah satu kader fenomenalnya Mas Handy sedang ramai dibicarakan di grup-grup WhatsApp (WA) Nganjuk. “Memang sudah ramai sejak tadi malam,” ujarnya.
Hanya saja, Endah mengaku tidak ada dalam kegiatan foto tersebut. Informasi yang dia terima dari Mas Handy, foto tersebut terjadi karena mantan gubernur sekaligus calon Gubernur Jatim Khofifah memang sedang mengundang seluruh calon kepala daerah se- Jawa Timur. “Mas Handy tak tanya katanya memang diundang Bu Khofifah,” ujarnya.
Ditanya terkait sinyal bersanding antara keduanya. Endah mengaku masih belum mengetahuinya. Karena hingga saat ini masih belum ada sosok calon wakil bupati yang dirasa cocok. “Semuanya banyak yang nyalon sebagai AG 1,yang daftar calon wakil bupati masih kurang,” tandasnya.