NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) Kabupaten Nganjuk menggelar bakti sosial (baksos) Metode Operasi Wanita (MOW) dan Metode Operasi Pria (MOP), Sabtu (22/6). Baksos berlangsung di Klinik Pelayanan Keluarga Berencana Rumah Sakit (PKBRS) Dinas PPKB yang berada di RSD Nganjuk.
Baksos dibuka oleh Penjabat (Pj) Bupati Sri Handoko Taruna yang diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesra Pemkab Nganjuk Samsul Huda. Dalam sambutannya Samsul mengapresiasi peserta yang menjadi akseptor MOW maupun MOP. “Mewakili Bapak Pj Bupati, kami sampaikan terima kasih. MOW dan MOP ini upaya membantu Nganjuk mengendalikan penduduk. Dua anak lebih bagus,” ujar Samsul.
Untuk diketahui, pembukaan baksos turut dihadiri sejumlah tamu undangan. Seperti Asisten Perekonomian dan Pembangunan Judi Ernanto, Kepala Dinas PPKB Nafhan Tohawi, direksi RSD Nganjuk, BKKBN Jawa Timur, maupun tamu undangan lainnya.
Kepala Dinas PPKB Kabupaten Nganjuk Nafhan Tohawi menambahkan, tahun ini baksos MOW dan MOP diikuti 236 orang peserta. Terdiri dari 226 orang akseptor atau calon peserta MOW dan 10 orang akseptor MOP. “Untuk peserta MOW mendapat uang Rp 300 ribu dan untuk MOP mendapat Rp 1 juta. Sebagai uang ganti peserta ketika tidak dapat bekerja usai mendapat tindakan,” ujar Nafhan.
Nafhan menjelaskan, MOW dan MOP juga dapat dilakukan secara mandiri. Namun, biayanya mahal. Untuk itu, pemerintah daerah memfasilitasi bagi masyarakat yang ingin mengikuti MOW dan MOP. “Setiap tahun rutin kami laksanakan. Sebagai upaya mengendalikan penduduk dengan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP),” tandasnya.
Untuk diketahui, MOW dan MOP merupakan pelayanan KB metode sterilisisasi atau tindakan kontrasepsi mantap (kontap). Baik untuk wanita maupun pria. Isitilah tindakan bagi wanita adalah MOW atau tubektomi. Sedangkan bagi pria adalah MOP atau vasektomi.