NGANJUK, JP Radar Nganjuk – Empat ambulans rosokan kembali tidak laku. Setelah dua kali lelang yang dilakukan Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Madiun, ambulans yang masuk kategori besi tua itu tidak ada peminatnya. Akibatnya, hingga kemarin, ambulans tersebut masih diparkir di halaman belakang kantor Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Nganjuk. “Kami mau lelang ulang. Ini masih koordinasi lagi dengan KPKNL Madiun untuk mekanisme lelang,” ujar Kabid Pengelolaan Bidang Milik Daerah (BMD) Badan Pengelolaan dan Keuangan Aset Daerah (BPKAD) Samsul Hadi.
Samsul mengatakan, kendaraan yang tidak laku lelang ada lima unit. Selain empat unit ambulans, ada satu unit mobil Carry juga tidak laku. Karena itu, lelang ulang akan dilakukan. Sebelum lelang dilakukan, akan ada penilaian aset dan penetapan penjualan. Selain itu, pihaknya juga melakukan penilaian untuk menentukan limit harga awal lelang.
Penentuan harga limit dilaksanakan bersama konsultan penilai dan KPKLN Madiun sesuai dengan harga di pasaran. “Ini masih proses koordinasi dan pengecekan ulang kondisi unit kendaraan dari pihak KPKNL. Nanti baru ditentukan berapa harga jualnya,” terangnya.
Karena belum ada penilaian, pihaknya belum bisa mengumumkan harga dan kapan lelang akan dibuka. Namun demikian, untuk sistemnya tetap sama. Yakni open bidding melalui aplikasi atau situs lelang.go.id.
“Warga yang ingin ikut lelang nantinya bisa mengunduh terlebih dulu aplikasinya melalui Playstore. Kemudian, mendaftar akun untuk proses open bidding. Yang menang lelang nanti proses pembayarannya langsung tranfer ke rekening,” ujarnya.
Seperti yang diberitakan sebelumnya, Pemkab Nganjuk mendapatkan
puluhan juta dari hasil lelang satu paket kendaraan dinas tua. Yakni satu truk, empat unit sepeda motor, satu unit mobil Kijang, satu unit mobil Ertiga, satu unit mobil CRV sebesar Rp 62,3 juta. Sedangkan, untuk paket dua yang berisi ambulans ternyata tidak laku.
Editor : Redaksi Radar Nganjuk