NGANJUK, JP Radar Nganjuk – Sebanyak 24 warga Desa Baleturi, Kecamatan Prambon kaya mendadak kemarin. Hal ini setelah mereka menerima uang ganti rugi tanahnya yang terdampak Tol Kediri–Kertosono (Keker). Menurut Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Nganjuk Yeri Agung Nugroho melalui Kasi Pengadaan Tanah Rijatnoko, sekitar Rp 21 miliar dibayarkan kepada 24 warga Baleturi yang tanahnya terkepras tol Keker. Sementara sekitar Rp 6 miliar dibayarkan kepada 12 warga Desa Kedungsoko pada Rabu (17/7) lalu.
“Sebenarnya total bidang tanah milik warga Baleturi yang terdampak Tol Keker ini ada 117 bidang. Namun yang tervalidasi baru 47 bidang, sedangkan yang dicairkan baru 24 bidang sekarang,” terangnya.
Untuk sisa 70 bidang masih proses validasi oleh Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN). Beberapa bidang juga belum lengkap dokumen kepemilikannya. “Mayoritas karena masih mengurus ahli waris sehingga mereka harus validasi ulang karena pemiliknya sudah meninggal dunia,” imbuhnya.
Rijatnoko meminta kepada warga yang belum tervalidasi agar segera melengkapi berkas kekurangannya ke perangkat desa. Nantinya akan diteruskan kepada panitia pembebasan lahan. Sehingga, pencairan uang ganti rugi segera diproses kembali. “Semua warga Desa Baleturi menerima nominal ganti rugi,” ujarnya.
Dari pantauan wartawan koran ini kemarin, puluhan warga berkumpul di aula Balai Desa Baleturi. Mereka satu persatu dipanggil untuk tanda tangan sebagai tahapan pembayaran uang ganti rugi yang sering disebut ganti untung itu.
Editor : Redaksi Radar Nganjuk