Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Ekonomi & Bisnis Lifestyle Seni & Budaya Opini Khazanah Video

The Carnival Rugi, TRAL Muncul Lagi Pemkab Nganjuk Kembali Kelola karena Pihak Ketiga Angkat Tangan

Redaksi Radar Nganjuk • Rabu, 28 Agustus 2024 | 18:30 WIB
Photo
Photo

NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Kerja sama antara pihak ketiga dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nganjuk untuk mengelola Taman Rekreasi Anjuk Ladang (TRAL) akhirnya berhenti di tengah jalan. TRAL yang sempat disulap menjadi The Carnival tak mampu menyedot pengunjung. Akibatnya, PT Berlian Karya Pramudya mengaku rugi. Karena investasi Rp 6,7 miliar untuk membuat berbagai wahana permainan tak menghasilkan keuntungan. Hingga, akhirnya pihak ketiga angkat tangan. Kontrak selama 10 tahun akhirnya dihentikan di tengah jalan. “TRAL sudah diserahkan kembali oleh pihak ketiga ke Pemkab Nganjuk sejak awal Juni 2024,” ungkap Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) Kabupaten Nganjuk Sri Handaringsih kepada wartawan koran ini.

Tanda-tanda The Carnival mengalami kerugian terlihat sejak awal tahun 2023. Namun, pengelola terus bertahan. Puncaknya pada Agustus 2023, setelah 10 bulan mengelola, tiket yang terjual hanya 13.092 lembar. Uang yang didapat hanya sekitar Rp 200 juta. Rata-rata pengunjung hanya 1.300 orang per bulan atau 43 orang per hari. Berbagai upaya terus dilakukan. Mulai dari tidak lagi beroperasi pada malam hari hingga pengurangan karyawan. Namun, semuanya tidak menolong. Pihak ketiga terus mengalami kerugian puluhan juta setiap bulannya. Apalagi, ada sharing pendapatan tiket dengan Pemkab Nganjuk karena kerja sama tersebut.

Handariningsih mengatakan, pihak ketiga yang menyerah dan mengembalikan pengelolaan The Carnival ke Pemkab Nganjuk akhirnya diterima. Karena dalam kontrak kerja sama tersebut disebutkan jika pihak ketiga mengalami permasalahan atau kerugian saat mengelola TRAL maka diizinkan untuk diserahkan kembali. “Tidak ada sanksi untuk pihak ketiga karena mereka memang mengalami kerugian,” ungkapnya.

Dengan kembali dikelola disporabudpar maka nama The Carnival pun akhirnya diganti lagi. Disporabudpar kembali menggunakan nama TRAL. “Saat ini kami sedang menata TRAL agar kembali ramai seperti dulu,” ujarnya.

Terpisah, Edi Nurham, 30, warga Sukomoro mengatakan, TRAL saat disulap menjadi The Carnival tidak membuat pengunjung kecanduan. Karena wahana permainan yang ditawarkan mirip dengan wahana pasar malam. “Sekali ke The Carnival sama anak karena penasaran saja. Setelah itu, tidak ingin lagi,” ujarnya.

Editor : Redaksi Radar Nganjuk