Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya Video

Bendungan Margopatut Butuh Dana Triliun, Peserta Lelang dari Bandung Menang Proyek FS

Redaksi Radar Nganjuk • Kamis, 10 Oktober 2024 | 20:32 WIB
Photo
Photo

NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Pembangunan Bendungan Margopatut membutuhkan dana yang tidak sedikit. Diperkirakan anggaran untuk membangun bendungan di Desa Margopatut, Kecamatan Sawahan mencapai triliunan rupiah. “Perkiraan dana yang dibutuhkan untuk Bendungan Margopatut tidak jauh beda dengan Bendungan Semantok yang menelan Rp 2,5 triliun,” ungkap  Plt Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Nganjuk Purwo Bujono.

Meski pembangunan bisa dilaksanakan secara multiyears tetapi Purwo mengaku jika Pemkab Nganjuk akan kesulitan. Karena kebutuhan warga Kota Angin tidak hanya Bendungan Margopatut yang berfungsi mencegah banjir, pengairan, dan meningkatkan perekonomian masyarakat. Namun, banyak kebutuhan lain yang lebih mendesak. “Sulit jika hanya mengandalkan APBD Kabupaten Nganjuk,” ujar Purwo.

Untuk itu, strategi Bendungan Semantok akan diterapkan. Pemkab Nganjuk akan mengajukan permohonan membangun Bendungan Margopatut ke pemerintah pusat. Harapannya, Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) dari pemerintah pusat dikucurkan untuk membangun Bendungan Margopatut. “Bendungan Margopatut ini bisa masuk proyek strategis nasional (PSN),” tandasnya.

Purwo mengatakan, sebelum mengajukan ke pemerintah pusat, pihaknya akan lebih dulu melakukan feasibility study (FS) atau studi kelayakan, membuat detail engineering design, land acquisition and resettlement action plan (LARAP) atau rencana kerja pengadaan tanah dan pemukiman kembali. Serta, pembuatan analisa dampak lingkungan (amdal).

Untuk FS sudah disiapkan anggaran Rp 4 miliar. Kemudian, lelang pun sudah dilakukan. Hasilnya, PT WECON dari Kiaracondong, Kota Bandung yang memenangkan lelang. Nilainya sebesar Rp 3,58 miliar. “Setelah FS, kami akan menyiapkan DED dan LARAP,” ungkap Purwo.

Terpisah, Damayanti, 36, warga Kecamatan Loceret berharap, Bendungan Margopatut bisa segera terealisasi. Karena setiap hujan deras mengguyur wilayah pegunungan maka warga di Kecamatan Loceret dan Nganjuk akan waswas. “Trauma banjir seperti tahun 2021,” ujarnya.

Damayanti berharap, Bendungan Margopatut benar-benar bisa jadi solusi atas persoalan warga di sepanjang Sungai Kuncir. Jangan sampai anggaran besar yang dikeluarkan menjadi sia-sia. “Studi kelayakan harus benar-benar sesuai dengan kenyataan,” tandasnya.

Editor : Redaksi Radar Nganjuk