NGANJUK, JP Radar Nganjuk-Dinas Kepemudaan, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Disporabudpar) Kabupaten Nganjuk menggelar pameran temporer museum. Tema yang diusung adalah ‘Jejak Rempah Nusantara’.
Pameran berlangsung selama tiga hari. Yaitu sejak kemarin dan berakhir besok. Pj Bupati Nganjuk Sri Handoko Taruna didampingi Kepala Disporabudpar Kabupaten Nganjuk Sri Handariningsih yang membuka langsung pameran itu. Pembukaan ditandai pemukulan gong dan pengguntingan pita.
Usai resmi dibuka, para tamu undangan meninjau belasan stan yang memamerkan berbagai koleksi masa lampau. Terutama berkenaan dengan tema, yaitu jejak tentang rempah-rempah di Nusantara.
Kepada wartawan Jawa Pos Radar Nganjuk Mas Bupati Handoko mengatakan, pameran tentang museum atau sejarah merupakan kegiatan positif. Karena dapat menumbuhkan semangat menghargai sejarah. Selain itu, kegiatan itu juga sebagai ajang generasi muda mengetahui sejarah maupun rempah-rempah Tanah Air yang berhasil memikat penjajah untuk datang ke Indonesia.
“Rempah-rempah Indonesia adalah daya tarik bangsa Belanda dulu datang ke sini. Jejak sejarahnya sangat panjang. Maka bisa kita pelajari pada pameran ini untuk mengingat sejarah,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Disporabudpar Kabupaten Nganjuk Sri Handariningsih menambahkan, pameran diikuti peserta dari berbagai unsur dan daerah. Mulai museum di sekitar Jawa Timur hingga Yogyakarta, perguruan tinggi, komunitas, maupun Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Sejarah.
Agar semakin menarik pengunjung untuk datang, disporabudpar juga mengisi pameran dengan beberapa kegiatan lain. Seperti lomba menggambar, olimpiade kesejarahan, mendongeng, maupun film dokumenter. “Untuk lomba diikuti peserta dari TK hingga SMA sederajat. Alhamdulillah peserta dan pengunjung antusias,” ungkapnya.
Editor : Redaksi Radar Nganjuk