NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Tiga pendaftar calon pegawai negeri sipil (CPNS) di lingkungan Pemkab Nganjuk harus gigit jari kemarin. Penyebabnya, mereka tidak hadir di aula Wisma Haji Madiun. Padahal, sesuai ketentuan, peserta tes CPNS untuk formasi Pemkab Nganjuk harus datang 90 menit sebelum pelaksanaan tes seleksi kompetensi dasar (SKD) atau pukul 06.30 WIB. “Tiga peserta tidak datang tanpa ada keterangan. Jadi, kami coret,” ujar Plt Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Nganjuk Eko Sutrisno.
Menurut Eko, tidak ada tes CPNS susulan. Peserta yang tidak hadir maka otomatis kesempatan untuk bisa mengikuti tes tahun ini sudah hilang. Otomatis, tiga peserta tersebut harus dicoret di hari pertama tes SKD untuk formasi Pemkab Nganjuk. Hal ini merujuk pada Surat Pengumuman BKN Nomor 06/PANPEL.BKN/CPNS/X/2024.Sehingga, hanya 43 orang yang mengerjakan tes SKD kemarin pada sesi 1 yakni mulai 06.30 WIB-09.40 WIB. “Untuk peserta yang melampaui passing grade saat ini masih belum diketahui berapa orang,” ujarnya.
Menurut Eko, tidak ada gangguan teknis di hari pertama pelaksanaan SKD. Jaringan internet dan listrik normal. Dia berharap, tes yang menjadi penentu masa depan para peserta tersebut berjalan dengan lancar. “Semoga terus lancar sampai akhir nanti,” harapnya.
Eko menjelaskan, setelah dilakukan ujian SKD di Wisma Haji Madiun, hari ini akan dilakukan tes SKD yang berlokasi di Asrama Haji Sukolilo Surabaya. Sebanyak 47 peserta CPNS akan tes pada sesi keempat yakni mulai pukul 13.30 WIB-16.40 WIB. Pengerjaaan tes SKD masih sama yakni selama 100 menit. Namun, 90 menit sebelumnya, peserta wajib registrasi dan pengecekan tubuh.
Terpisah, Ar, salah satu peserta tes CPNS mengaku jika soal SKD tahun ini lebih sulit dibandingkan tahun lalu. Dia juga tidak yakin apakah akan bisa lolos ke seleksi kompetensi bidang (SKB) atau tidak. “Hanya tiga besar yang bisa lolos ke SKB karena formasinya satu. Mudah-mudahan saya bisa lolos,” harapnya.
Editor : Redaksi Radar Nganjuk