NGANJUK, JP Radar Nganjuk - Jembatan Lama Kertosono akan tinggal kenangan. Karena pembongkaran jembatan peninggalan penjajah Belanda tinggal menunggu hitungan hari. Rencananya pembongkaran akan dilakukan oleh Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) itu dalam waktu dekat.
Dari pantauan wartawan koran ini, alat berat sudah mulai diterjunkan. Beberapa minggu lalu, petugas sudah meratakan tanah sekitar jembatan dengan buldozer. Sedangkan minggu lalu, pekerja kembali menambah alat berat. Yaitu, crane. Alat berat tersebut sudah terparkir di sisi utara jembatan.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Nganjuk Gunawan Widagdo mengatakan, pembongkaran jembatan akan diserahkan ke BBPJN.
“Dalam waktu dekat Jembatan Lama Kertosono akan dibongkar total,” tandasnya.
Lebih lanjut, Gunawan mengatakan, tak tahu persis jadwal pembongkaran. Karena Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nganjuk kini hanya kebagian tugas untuk mengurusi berkas jelang pembangunan jembatan di waktu yang akan datang. Namun pastinya pembongkaran akan dilakukan dalam waktu dekat.
Gunawan berharap, seluruh proses pembongkaran dapat berjalan lancar. Dengan itu lokasi jembatan dapat segera disiapkan untuk pembangunan jembatan baru.
“Semoga semuanya berjalan lancar. Sekarang kami juga sedang mengebut pemberkasan,” tambahnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, Jembatan Lama Kertosono ambles pada 10 September lalu. Sisi jembatan yang ambles tersebut berada di sebelah barat. Penyebabnya adalah karena bangunan yang sudah terlalu tua.
Setelah ambles, kondisi jembatan semakin mengenaskan. Salah satunya karena rangka bawah yang terus tergerus aliran Sungai Brantas. Jika tidak segera diperbaiki dalam waktu dekat, jembatan tersebut dapat ambruk.
Pembangunan jembatan yang menghubungkan wilayah Kabupaten Nganjuk- Kabupaten Kediri akan dilakukan tahun depan. Itu setelah kunjungan Menteri Pekerjaan Umum (PU) pada November lalu.
Setidaknya pembangunan jembatan itu akan menghabiskan anggaran sekitar Rp 26 miliar. Beruntung anggaran tersebut nantinya akan menggunakan APBN. Sedangkan, model jembatan baru akan dibuat sama persis dengan jembatan lama. Dengan istilahnya yaitu replikasi. (wib/tyo)