Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya Video

Pedagang Brambang Sukomoro Wait and See, Disperindag Nganjuk Izinkan Pasar Baru Sukomoro Ditempati

Redaksi Radar Nganjuk • Kamis, 23 Januari 2025 | 03:36 WIB
Photo
Photo

NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Pedagang brambang di Pasar Sukomoro masih wait and see. Karena meski mereka sudah diperbolehkan pindah dari tempat penampungan pedagang sementara (TPPS) ke pasar baru tetapi mereka belum mau pindah.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Nganjuk Haris Jatmiko mengatakan, pendataan jumlah pedagang sudah rampung dilakukan. Kini para pedagang sudah boleh pindah ke pasar baru.
“Minggu kemarin sudah kami lakukan pendataan. Sekarang mereka sudah boleh pindah,” ujarnya.
Dari proses pendataan, Haris mengatakan ada 52 pedagang utama. Mereka adalah pedagang yang sebelumnya menempati los sebelum pasar dibangun ulang. Nantinya ke 52 pedagang itu boleh menempati tempat seperti semula. Tanpa harus melakukan pengundian.
Kebijakan itu dikeluarkan setelah melalui proses koordinasi. Sebelumnya, pedagang ogah untuk diundi. Dengan dalih sudah nyaman dengan tempat lama. Ditakutkan, saat pindah, banyak pelanggan yang kebingungan.
“Kami setuju dengan usulan para pedagang utama untuk tidak diundi lagi,” tambahnya.
Lebih lanjut, Haris mengatakan masih ada sisa tempat untuk pedagang lain. Karena diketahui, luas bangunan pasar yang baru lebih luas dibanding dengan bangunan lama. Lalu berapa pedagang yang bisa menempati sisa tempat tersebut? Menanggapi pertanyaan itu, Haris belum bisa memastikan. Dia mengatakan masih akan menghitung jumlah pedagang yang bisa menggunakan tempat itu. Rencananya, lokasi tersebut akan digunakan oleh pedagang yang sebelumnya berada di luar area pasar.
Haris juga sedikit menyinggung soal tempat bongkar muat pedagang. Saat ini pihaknya masih memetakan lokasi mana yang boleh digunakan untuk bongkar muat bawang merah. Menurut Haris, hal tersebut penting untuk diatur. Dengan harapan, saat bongkar muat, kegiatan tersebut tidak mengganggu arus lalu lintas di sebelah pasar. Karena diketahui, jalan di sebelah barat pasar dianggap sempit oleh pengguna jalan.
“Kami tidak ingin pasar mengganggu pengguna jalan,” tandasnya.
Sementara itu, Sundari, 54, salah satu pedagang membenarkan tentang rencana pemindahan ke pasar baru. Namun hingga kemarin (22/1), belum ada pedagang yang pindah. Mayoritas masih melihat-lihat lokasi pasar yang baru. Rencananya pemindahan akan dilakukan serentak dengan pedagang lain.
“Sekarang ini masih cari tanggal yang baik,” ujarnya.
Sementara itu, dari pantauan koran ini, belum ada pedagang yang menempati pasar baru. Lokasi tersebut masih kosong. Kendati demikian, kemarin, ada beberapa pedagang yang sudah melakukan survei lokasi.
Seperti diberitakan sebelumnya, PUPR Kabupaten Nganjuk melakukan renovasi pada Pasar Sukomoro. Proyek yang menelan anggaran mencapai Rp 3,2 miliar itu dikerjakan oleh CV Gunung Emas dari Kota Probolinggo. Proyek itu dijadwalkan mulai pada bulan Oktober. Lalu rampung pada 31 Desember 2024.
Selama masa renovasi, para pedagang dipindah ke tempat penampungan pedagang sementara (TPPS). Lokasinya berada di sebelah barat pasar. Proses pemindahan itu tidak akan berlangsung lama. Karena sesuai jadwal, mereka akan menempati TPPS hingga akhir tahun. Lalu mulai proses pemindahan di awal tahun 2025. (wib/tyo)

Editor : Redaksi Radar Nganjuk