NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Sebanyak sepuluh orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) masih dipasung di Kabupaten Nganjuk.
Kemarin (11/2), lima dari sepuluh ODGJ itu dilepaskan oleh Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Timur (Jatim) Adhy Karyono dan Pj Bupati Nganjuk Sri Handoko Taruna. Kelima ODGJ itu dikirim ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Menur.
Bahkan Adhy turun langsung untuk menjemput ODGJ. Lokasinya di Kelurahan Kartoharjo, Kecamatan Nganjuk. Dia menjemput ODGJ tersebut didampingi Masbup Handoko.
“Hari ini saya bersama Pak Pj Bupati langsung mengevakuasi ODGJ yang masih terpasung di Nganjuk,” ujar Adhy di sela-sela evakuasi.
Dari pantauan wartawan koran ini, Adhy bersama Mas Bupati Handoko tiba di lokasi sekitar pukul 13.00 WIB. Setelah tiba, keduanya langsung mengecek kondisi ODGJ bernama MD itu.
Saat ditemui, ODGJ berusia 29 tahun itu tidak memakai kaus. Adhy bersama Mas Bupati Handoko pun langsung memakaikan kaus kepada MD.
Setelah rapi, Adhy dan Mas Bupati Handoko langsung mengantarkan MD ke Pendapa KRT Sosrokoesoemo. Di sana ada empat ODGJ lain yang sudah menunggu.
Bersama MD, kelima ODGJ tersebut langsung dibawa ke RSJ Menur untuk mendapat perawatan. “Di Nganjuk total ada sepuluh ODGJ yang masih terpasung. Lima di antaranya hari ini kami antarkan ke RSJ Menur,” ujar Adhy.
Menurut Adhy, kegiatan siang kemarin adalah program dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim.
Tujuannya adalah melepaskan pasung pada seluruh ODGJ se Jatim. Dengan targetnya adalah nol ODGJ yang terpasung di tahun 2025.
Nantinya ODGJ itu akan dirawat di RSJ Menur. Dengan harapan agar kelima ODGJ tersebut sembuh di kemudian hari. Saat sudah sembuh, ODGJ tersebut akan dikembalikan ke keluarga masing-masing.
“Sayangnya tadi masih ada lima ODGJ yang menolak untuk dibawa ke RSJ Menur. Pihak keluarga yang menolak karena suatu alasan,” tandasnya.
Lebih lanjut, Adhy juga berpesan kepada keluarga dan masyarakat untuk peduli terhadap ODGJ. Salah satunya dengan memberikan pengobatan medis yang tepat.
Dengan itu, ada kemungkinan ODGJ tersebut dapat sembuh. “Semuanya harus lebih peduli dengan mereka (ODGJ, red),” imbuhnya.
Sementara itu, Miatin, ibu MD sempat tak rela melepas anaknya untuk dirawat di RSJ Menur. Bahkan dia menangis tersedu-sedu saat anaknya memasuki ambulans untuk dibawa ke RSJ Menur.
Miatin menceritakan, anaknya menjadi ODGJ sejak sembilan tahun lalu. Tidak ada yang tahu mengapa anaknya bisa menjadi ODGJ.
Selama sembilan tahun itu juga Miatin sudah berusaha menyembuhkan sang anak. Namun hasilnya selalu nihil. “Semoga anak saya ndang sembuh, ndang bisa kumpul dengan keluarga,” ujarnya. (wib/tyo)
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira