Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya Video

Proyek Bendungan Margopatut Nganjuk Terancam Macet, DED Bisa Batal karena Efisiensi Anggaran

Karen Wibi • Jumat, 14 Februari 2025 | 17:39 WIB
Proyek Bendungan Margopatut di Kecamatan Sawahan terancam macet. Hingga kemarin (13/2) belum ada kejelasan dari kelanjutan proyek tersebut. Padahal, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nganjuk baru saja mer
Proyek Bendungan Margopatut di Kecamatan Sawahan terancam macet. Hingga kemarin (13/2) belum ada kejelasan dari kelanjutan proyek tersebut. Padahal, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nganjuk baru saja mer

NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Proyek Bendungan Margopatut di Kecamatan Sawahan terancam macet. Hingga kemarin (13/2) belum ada kejelasan dari kelanjutan proyek tersebut.

Padahal, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nganjuk baru saja merampungkan feasibility study (FS) atau studi kelayakan.

“FS telah rampung. Hasil juga sudah keluar,” ujar Kepala Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Nganjuk Adam Muharto kepada wartawan koran ini.

Jika sesuai dengan timeline, setelah FS, proyek selanjutnya adalah detail engineering design (DED) dan land acquisition and resettlement action plan (LARAP) atau rencana kerja pengadaan tanah dan pemukiman kembali.

DED dan LARAP, menurut Adam, akan dikerjakan oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas.

Sayang hingga kemarin (13/2), Adam belum bisa memastikan kapan kedua syarat itu akan dilakukan. Karena diketahui, semua proyek pembangunan harus berhenti untuk sementara waktu.

Penyebabnya karena adanya Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1/2025 tentang Efisiensi APBN dan APBD.

“Kami juga masih menunggu kepastian apakah DED dan LARAP akan dikerjakan tahun ini atau tidak,” tambahnya.

Dengan ketidakpastian itu, proyek pembangunan bendungan dapat terancam macet.

Karena sesuai timeline yang dikerjakan Pemkab Nganjuk pada 2024 lalu, bendungan itu dapat dibangun pada tahun 2028 mendatang.

Dengan rincian pembangunan dilakukan lima tahun setelah proses FS.

Seperti diberitakan sebelumnya, Pemkab Nganjuk mau menghidupkan proyek Bendungan Margopatut.

Bendungan yang sempat digagas pada 2008 silam itu dipercaya dapat mengatasi banjir yang terjadi di Kecamatan Nganjuk dan sekitarnya.

Tidak hanya mengatasi banjir, bendungan tersebut juga akan berfokus pada sektor pariwisata. Selain itu bendungan akan difungsikan sebagai irigasi persawahan.

Bahkan jika lancar, pemkab berencana membuat pembangkit listrik tenaga air (PLTA) di bendungan tersebut.

Bendungan tersebut diklaim akan lebih indah dibanding Bendungan Semantok.

Salah satunya dari ketinggian bendungan yang bisa mencapai 100 meter. Dengan jumlah air yang dapat dibendung mencapai 30 juta meter kubik.

Proses FS sudah rampung dilakukan. Dari pagu yang mencapai Rp 4 miliar, lelang dimenangkan dengan nilai Rp 3,58 miliar.

Proyek tersebut berhasil dimenangkan oleh PT. WECON dari Kecamatan Kiaracondong, Kota Bandung. (wib/tyo)

 

 

 

Editor : Ilmidza Amalia Nadzira
#macet #nganjuk #margopatut #jawa timur #bendungan #KOTA ANGIN #proyek