Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Ekonomi & Bisnis Lifestyle Seni & Budaya Opini Khazanah Video

Slumbung Food Festival Nganjuk Kosong Melompong, Begini Penjelasan Dinsporabudpar Nganjuk

Karen Wibi • Selasa, 18 Februari 2025 | 18:37 WIB

 

 

Slumbung Food Festival Nganjuk
Slumbung Food Festival Nganjuk

NGANJUK, JP Radar Nganjuk - Kondisi Slumbung Food Festival (SFF) semakin memprihantinkan.

Bahkan kemarin (17/2) tidak ada satu pun lapak yang digunakan untuk berjualan di aset milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nganjuk itu. Kosong melompong.

SFF pertama kali dibuka pada 2023 lalu. Selama beberapa bulan awal. SFF, ramai dikunjungi warga.

Sayang, kondisi itu tidak bertahan lama. Karena di akhir 2023, SFF mulai sepi pengunjung.

Kondisi semakin parah di tahun 2024. Di tahun itu, satu per satu pedagang di SFF mulai pergi.

Hingga puncaknya, menjelang akhir tahun, tidak ada satu pun pedagang yang menempati SFF.

Marzuki, 50, warga Kelurahan Payaman, Kecamatan Nganjuk mengatakan, SFF sudah mulai sepi sejak akhir tahun 2023.

Kata Marzuki, ada alasan mengapa SFF sepi. Salah satunya karena harga makanan yang dianggap mahal bagi masyarakat.

“Dulu infonya sepi karena harganya mahal-mahal,” ujarnya.

Tentu Marzuki sangat menyayangkan kondisi SFF. Karena saat ini, tidak ada satu pun pedagang yang berjualan.

Justru, kondisi SFF semakin tidak terawat. Bagaimana tidak, selain tidak digunakan untuk berjualan, sampah berserakan.

Kondisi kian memprihatinkan pada malam hari. Karena dulu, SFF sangat terang karena cahaya lampu.

Kini, saat malam, tidak ada lampu yang menyala. Membuat kondisi SFF terlihat lebih menyeramkan.

“Harapannya semoga SFF dibuka kembali seperti dulu. Jadi ramai banyak pedagang.

Warga sini juga bisa ikut memanfaatkan,” tambahnya.

Terpisah, Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Disporabudpar) Kabupaten Nganjuk Sri Handariningsih mengatakan, dulunya SFF dikelola oleh pihak ketiga melalui dinas.

Sayang, sejak beberapa bulan lalu, pihak ketiga sudah tidak lagi mengelola tempat tersebut. “Dulu dikelola oleh pihak ketiga. Sekarang sudah tidak,” ujarnya.

Setelah itu, pengelolaan sempat dipegang oleh Disporabudpar Nganjuk.

Namun kondisi itu tidak bertahan lama.

Hingga akhirnya aset tersebut dikembalikan ke Badan Milik Daerah (BMD) di bawah naungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nganjuk.

“Saat ini belum ditentukan dinas mana yang akan mengelola tempat tersebut,” tambahnya. (wib/tyo)

 

Editor : Ilmidza Amalia Nadzira
#food festival #kuliner #berita hari in #nganjuk #KOTA ANGIN