NGANJUK, JP Radar Nganjuk - Polres Nganjuk melakukan inspeksi mendadak (sidak) Minyakita di Pasar Wage, Kecamatan Nganjuk kemarin (12/3). Hasilnya petugas menemukan Minyakita yang isinya tidak sesuai dengan isi yang tertulis di kemasan.
Mayoritas perbedaan tersebut ditemukan di Minyakita kemasan botol. “Hari ini (kemarin, Red) kami melakukan sidak kepada Minyakita. Tujuannya untuk memastikan apakah Minyakita di Kabupaten Nganjuk bermasalah atau tidak,” terang Kasihumas Polres Nganjuk AKP Supriyanto kepada awak media.
Supriyanto mengatakan, ada tiga kios yang didatangi oleh petugas. Dua merupakan toko kelontong. Sedangkan, satu sisanya adalah distributor dari Minyakita.
Ada beberapa macam kemasan produk yang diperiksa oleh petugas. Yakni, kemasan botol dan plastik.
Masing-masing berisi 1 Liter. Hasilnya petugas berhasil menemukan selisih isi pada Minyakita.
Selisih itu ditemukan pada kemasan botol. Selisih yang ditemukan juga bervariasi.
Mulai dari 20 mililiter hingga 50 mililiter. “Untuk kemasan plastik isinya benar pas 1 liter. Sesuai dengan tulisan di kemasan,” tambahnya.
Menurut Supriyanto, selisih yang ditemukan dalam sidak kemarin sedikit. Berbeda dengan beberapa sidak yang dilakukan di kabupaten dan kota di luar Nganjuk.
Karena seperti berita yang beredar, jumlah perbedaan Minyakita bisa mencapai 0,3 liter hingga 0,2 liter.
“Kemungkinan produk yang beredar di Nganjuk ini merupakan stok baru,” tandasnya. Meski hanya 20 hingga 50 mililiter, Supriyanto menyebut hal tersebut tetap salah.
Laporan itu nantinya akan dikirimkan ke tingkat pusat. Dengan tujuan untuk menyiapkan sanksi yang akan dikenakan pada Minyakita.
“Tindak lanjut nanti akan kami serahkan ke Polri. Kami sifatnya hanya melakukan pendataan,” imbuhnya.
Sementara itu, Wawan, salah satu distributor Minyakita di Kabupaten Nganjuk mengaku tak mengetahui pengurangan isi minyak pada Minyakita.
Seperti pedagang pada umumnya, dia mendapat banyak stok tanpa mengecek satu per satu.
“Saya tidak pernah mengecek isi satu per satu kemasan yang saya jual,” terang pria yang berjualan di Kelurahan Payaman, Kecamatan Nganjuk itu.
Namun jika ada selisih, dia memastikan hal itu bukan terjadi di tingkat distributor. Namun terjadi di tingkat pabrik.
“Saya selalu jujur menjual barang di toko saya,” tambahnya. Terpisah, Widaharti, 56, warga di Kelurahan Payaman, Kecamatan Nganjuk mengaku resah dengan kabar bahwa isi di Minyakita tidak sesuai.
Tentu hal itu merepotkan ibu rumah tangga seperti dirinya.
“Saya sekarang kalau mau beli Minyakita jadi waswas,” ujarnya. (wib/tyo)