Tidak hanya manusia yang bisa mengalami stres. Namun tanaman juga. Salah satunya adalah tanaman bonsai. Bahkan jika terlalu stres, tanaman itu bisa saja mati.
Hal itu seperti yang dikatakan oleh Tatit Heru Tjahjono. Dia mengatakan, sudah banyak tanaman yang dirawatnya stres lalu mati.
Akibatnya, hobi yang seharusnya menyenangkan bisa malah menjadi sebaliknya.
“Kita niatnya menghilangkan stres. Jadi jangan sampai stresnya itu ganti ke tanaman,” ujarnya.
Tanaman bonsai bisa stres karena banyak alasan. Salah satunya karena perawatan yang salah.
Perawatan yang salah itu seperti bonsai yang terlalu sering dipindah dari media tanaman, salah pemotongan, hingga salah pemberian pupuk, dan masih banyak yang lainnya.
Oleh sebab itu, merawat tanaman bonsai tidak bisa sembarangan.
Bahkan, di beberapa jenis perawatan, Tatit selalu menyerahkan ke teman yang lebih ahli.
Tujuannya agar perawatan dapat dilakukan secara maksimal. Selain itu agar tanaman tidak mati.
“Kalau saya hanya bagian motong daun dan dahan kecil. Kalau lain-lain saya selalu minta tolong teman,” tambahnya.
Bagi Tatit, hal itu bukan sesuatu yang merepotkan. Sebaliknya, menurut Tatit, hal itu adalah seni dari bermain tanaman bonsai.
Karena bagi Tatit, bonsai seperti makhluk hidup yang juga memiliki keinginan. Jika salah menafsirkan, tanaman bonsai bisa stres lalu mati.
“Kita harus mengerti sifat-sifat dari setiap bonsai. Tujuannya agar proses pembentukan bonsai bisa maksimal,” tandasnya. (wib/tyo)
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira