NGANJUK, JP Radar Nganjuk- DPRD Kabupaten Nganjuk tidak mau komitmen bersama yang dibuat Bulog untuk membeli gabah petani Nganjuk hanya hitam di atas putih.
Untuk itu, wakil rakyat akan memanggil Bulog untuk memastikan komitmen Bulog membeli gabah petani dengan harga Rp 6.500 per kilogram.
Karena harga tersebut sesuai dengan harga pokok pembelian (HPP) yang telah ditetapkan pemerintah.
“Besok (hari ini, red) kami akan panggil Bulog,” tandas Ketua DPRD Nganjuk Tatit Heru Tjahjono kemarin.
Selain memastikan gabah petani Nganjuk dibeli, Tatit mengatakan, pihaknya juga ingin persoalan gabah yang tidak dibeli Bulog tidak terulang.
Karena akibat yang ditimbulkan sangat besar. Petani terpaksa menjual gabah ke tengkulak dengan harga jauh dari HPP.
Yaitu, hanya Rp 5.700 per kilogram. Sehingga, petani Nganjuk menjadi ngenes.
Padahal, Nganjuk sebagai salah satu daerah penghasil beras terbesar di Jawa Timur.
Selain memanggil Bulog, Ketua DPC PDI Perjuangan ini juga mengundang Asosiasi Kepala Desa (AKD) se-Kabupaten Nganjuk, Bupati Marhaen Djumadi, dan perwakilan petani padi.
Sehingga, saat panen raya lagi, petani padi bisa menikmati hasil panennya. Mereka bisa untung besar.
“Kami ingin memastikan kesejahteraan bagi para petani di Kabupaten Nganjuk,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua AKD Nganjuk Dedy Nawan mengatakan, dia akan memenuhi undangan DPRD Nganjuk untuk melakukan hearing terkait masalah gabah.
Dia sangat mendukung upaya DPRD untuk memastikan komitmen bersama yang telah dibuat. Sehingga, Bulog benar-benar mau membeli gabah milik petani Nganjuk.
“Bulog benar-benar harus mau membeli seluruh gabah milik petani,” ujarnya.
Terpisah, Bupati Marhaen Djumadi menegaskan, jika gabah petani Nganjuk harus dibeli Bulog sesuai dengan komitmen bersama yang telah ditandatangani.
Untuk itu, petani Nganjuk yang panen padi, bisa menjual gabah keringnya ke Bulog.
“Silakan jual gabah kering ke Bulog agar dapat harga tinggi. Jangan ke tengkulak,” ujarnya.
Perlu diketahui, persoalan gabah di Nganjuk membuat Bupati Marhaen Djumadi bersama puluhan kades se-Kabupaten Nganjuk harus ngluruk Gudang Bulog yang berada di Desa Candirejo, Kecamatan Loceret pada Senin (24/3).
Kang Marhaen meminta agar Bulog membeli gabah milik petani Nganjuk. Baik itu petani yang terdaftar di Bulog maupun tidak.
Setelah berdiskusi, akhirnya Bulog setuju membeli gabah kering petani dengan harga Rp 6.500 per kilogram sesuai HPP. Kemudian, dilakukan penandatanganan komitmen bersama.
Yang tanda tangan adalah Kepala Bulog Cabang Nganjuk Imam Mahdi, Bupati Marhaen Djumadi, Plt Kepala Dinas Pertanian (Disperta) Nganjuk Itsna Shofiani, dan Komandan Kodim 0810 Nganjuk Letkol Inf Andi Sasmito. (wib/tyo)
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira