NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Bulog tidak akan membeli semua gabah yang dijual petani Nganjuk.
Hal itu terungkap setelah DPRD Kabupaten Nganjuk menggelar hearing dengan Bulog kemarin (26/3).
Di hearing tersebut, meski sudah ada komitmen bersama Bulog dengan Pemkab Nganjuk dan Kodim 0810 Nganjuk untuk membeli gabah semua petani Nganjuk tetapi tidak semua gabah dibeli.
“Hanya gabah kering yang kami beli,” tandas Kepala Cabang Bulog Kediri Imam Mahdi kemarin.
Menurut Imam, gabah yang masih basah tidak akan dibeli. Sehingga, petani tidak boleh menjual gabah yang belum kering ke Bulog.
Karena hal itu akan ditolak. “Tidak boleh dicampur gabah basah dengan gabah kering,” tandasnya.
Imam mengatakan, ada sebagian petani yang nekat memanen padi meski gabahnya masih basah.
Kemudian, menjualnya. Jika hal itu dilakukan maka Bulog terpaksa tidak menerimanya.
Dijelaskan Imam, proses pengeringan gabah basah akan membutuhkan waktu yang lebih lama dibandingkan gabah kering. Gabah kering hanya butuh waktu kurang dari sehari.
Sedangkan, gabah basah membutuhkan waktu hingga tiga hari. “Gabah basah akan mengganggu proses pengeringan yang dilakukan di gudang,” ujarnya.
Untuk itu, petani padi Nganjuk harus memahami hal itu. Karena komitmen bersama untuk membeli gabah petani itu untuk membantu petani.
Harapannya petani tidak lagi rugi karena menjual gabah ke tengkulak di bawah Harga Pembelian Pemerintah (HPP) sebesar Rp 6.500 per kilogram.
Karena sebelumnya, petani ngenes saat Bulog menolak membeli dengan alasan petani tidak masuk daftar Bulog.
Akibatnya, petani menjual gabah kering ke tengkulak dengan harga hanya Rp 5.700 per kilogram.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Nganjuk Jianto mendesak Bulog untuk sat set melaksanakan komitmen bersama tersebut.
Sehingga, gabah kering petani Nganjuk bisa dijual ke Bulog untuk mendapatkan harga sesuai dengan HPP.
“Ada dua kesimpulan di hearing ini. Pertama, Bulog tidak boleh menolak gabah kering petani Nganjuk. Kedua, Bulog harus lebih gencar sosialisasi tentang aturan hanya gabah kering yang dibeli Bulog,” tandasnya.
Politisi dari Partai Gerindra ini mengatakan, saat ini Nganjuk memasuki panen raya padi.
Diperkirakan dalam 1,5 bulan, petani padi di 20 kecamatan akan panen. Jangan sampai petani bingung lagi saat mau menjual gabah keringnya.
“Kami akan bantu Bulog untuk menyukseskan program Presiden Prabowo Subianto tentang swasembada pangan,” tandasnya.
Perlu diketahui, komitmen bersama Bulog membeli gabah kering petani itu muncul setelah Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi bersama puluhan kades se Kabupaten Nganjuk baru saja ngluruk Gudang Bulog yang berada di Desa Candirejo, Kecamatan Loceret pada Senin (24/3).
Komitmen bersama itu ditandatangani oleh Imam Mahdi, Bupati Marhaen Djumadi, Plt Kepala Dinas Pertanian (Disperta) Nganjuk Itsna Shofiani, dan Komandan Kodim 0810 Letkol Inf. Andi Sasmito.
Baca Juga: Hindari Baju Berbahan Ini Agar Lebaranmu Ga Bau Badan!
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira