WARGA binaan yang berada di Rutan Kelas IIB Nganjuk memiliki banyak kegiatan selama bulan Ramadan.
Tidak hanya berpuasa, mereka juga menggelar tarawih dan khataman Alquran. Kegiatan itu dilakukan setiap hari.
Sejak awal Ramadan, seluruh tahanan yang beragama Islam diwajibkan untuk mengikuti kegiatan Pondok Ramadan.
Pengurusnya sendiri Rutan Nganjuk bekerja sama dengan Yayasan Mar’atin.
Plt. Kepala Rutan Nganjuk, Harry Suryadi, mengungkapkan selama Ramadan pihaknya mengupayakan agar para tahanan semakin giat beribadah.
Hal tersebut diharapkan dibawa setelah Ramadan, bahkan ketika mereka keluar selesai menjalani masa tahanan.
“Bagaimana mereka nanti keluar mampu menjadi pribadi yang baik lagi dan bisa untuk bekerja dengan masyarakat sekitarnya,” paparnya.
Setelah kegiatan Pondok Ramadan, lanjut Harry, ada kegiatan mengaji khusus iqro dan jilid.
Kegiatan tersebut hingga pukul 11 siang. “Setelan sholat dhuhur nanti dilanjut pengajian umum,” tambahnya.
Di antara berbagai kegiatan yang dilaksanakan, dijelaskan Harry, para tahanan yang beraga islam diwajibkan untuk mengikuti semua kegiatan.
Jika beralasan sakit, petugas akan mengecek dan segera memberikan obat. “Itu saya absen, umpama alasan sakit segera kami periksakan,” tegasnya.
Selain kegiatan pagi dan siang, Rutan Nganjuk juga mengadakan sholat tarawih berjamaah.
Namun, cukup berbeda dengan kegiatan yang lain. Sebab dalam sholat tarawih, beberapa blok hunian harus digilir setiap harinya.
Hal tersebut untuk meminimalisir hal-hal yang tidak diinginkan. Terlebih pada malam hari.
“Tidak bisa langsung mengeluarkan semuanya, jadi kami gilir per 3 kamar. Hari ini misal kamar 1, 2, 3 besok 4, 5, 6,” jelas Harry.
Setelah sholat tarawih, dilanjut dengan tadarus. Tim tadarus sendiri tentunya juga ada pilihan berdasarkan sidang tim pengamat pemasyarakatan (TPP).
Dalam satu hari, kurang lebih ada 10 tim yang dipilih untuk tadarus setelah sholat tarawih.
“Mana warga binaan perwakilan yang dianggap cakap dan mampu untuk menyambung kegiatan Tadarus,” tuturnya.
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira