NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Angin segar bagi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2024 di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nganjuk. Karena menurut kabar yang beredar, NIP CPNS 2024 akan turun bulan depan.
Artinya proses pengangkatan dapat dilakukan pada bulan Juni. Sekretaris Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Nganjuk Agus Heri Widodo mengatakan, sampai saat ini, proses pengusulan NIP CPNS sedang dilakukan.
“Saat ini BKPSDM Nganjuk dalam proses pengusulan NIP CPNS,” ujarnya kepada wartawan koran ini.
Agus mengatakan, proses pengusulan NIP CPNS berjalan dengan lancar. Oleh karena itu, Agus percaya diri NIP CPNS dapat turun tepat waktu.
Yaitu pada bulan Mei. Karena sesuai jadwal baru, NIP harus keluar sebelum 10 Mei. “Insya Allah NIP akan turun pada bulan Mei,” tambahnya.
Jika NIP turun pada Mei, artinya proses pengangkatan CPNS dapat dilakukan maksimal satu bulan setelahnya.
Sedangkan dari jadwal terbaru, proses pengangkatan CPNS dapat dilakukan maksimal pada 1 Juni.
“Jadwal dari Menpan terbaru, tanggal 1 Juni adalah maksimal proses pengangkatan,” tandasnya.
Perlu diketahui, Pemkab Nganjuk membuka 24 formasi untuk CPNS tahun 2024. Dari 24 formasi itu, ada puluhan peserta yang mendaftar.
Hingga pengumuman terakhir dilakukan pada Januari lalu. Terkait jadwal tes Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahap 2, Agus mengatakan hingga kemarin, jadwal tes PPPK tahap kedua belum keluar.
Padahal, hari ini (16/4) adalah hari terakhir pengumuman. Meski demikian, Agus mengatakan, para peserta tidak perlu khawatir.
Karena menurutnya jadwal untuk tes akan keluar dalam waktu dekat. Karena kemarin, BKN sedang melakukan rapat untuk membahas jadwal hingga tempat yang akan digunakan untuk tes.
“Sampai saat ini (kemarin, Red) belum ada pengumuman dari BKN,” imbuhnya.
Sementara itu, Ya, salah satu peserta tes PPPK tahap kedua mengaku sedang menunggu jadwal tes.
Dia berharap jadwal tes dapat keluar dalam waktu dekat. Dengan itu dirinya bisa segera menyiapkan keperluan untuk tes.
“Saya kemarin tes ambil di Surabaya. Jadi kalau mendadak takutnya tidak bisa berangkat,” ujarnya. (wib/tyo)
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira