Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Ekonomi & Bisnis Lifestyle Seni & Budaya Opini Khazanah

Ini Pesan Ketua DPRD Nganjuk Saat Hadiri Upacara Dharma Santi Penutupan Nyepi Tahun Baru Saka 1947

Karen Wibi • Selasa, 29 April 2025 | 17:47 WIB
TOLERANSI UMAT BERAGAMA: Ketua DPRD Kabupaten Nganjuk Tatit Heru Tjahjono dan forkopimda menghadiri Upacara Dharma Santi dalama rangka penutupan hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1947/2025 Masehi
TOLERANSI UMAT BERAGAMA: Ketua DPRD Kabupaten Nganjuk Tatit Heru Tjahjono dan forkopimda menghadiri Upacara Dharma Santi dalama rangka penutupan hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1947/2025 Masehi

NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Ketua DPRD Kabupaten Nganjuk Tatit Heru Tjahjono mengajak masyarakat untuk meningkatkan toleransi. Terutama dalam tatanan kehiupan berbangsa dan bernegara.

Ajakan itu dikatakan Tatit saat menghadiri Upacara Dharma Santi dalam rangka penutupan Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1947/2025 Masehi, Jumat (25/4). Menurut Tatit, toleransi antarumat beragama adalah salah satu pondasi dalam kehidupan berbangsa.

Bahkan hal itu juga tercantum dalam logo dasar negara, Pancasila. Di bawah gambar burung garuda, terdapat tulisan ‘Bhineka Tunggal Ika’ yang berarti berbeda tetapi tetap satu. “Perbedaan justru menjadi kekuatan, bukan alasan untuk terpecah. Mari kita jaga dan rawat toleransi. Dengan toleransi, kita akan hidup rukun dalam upaya kita membangun Nganjuk yang lebih baik,” ujar Tatit.

Selain itu, Tatit juga mengapresiasi peran serta umat Hindu di Nganjuk yang ikut membantu pembangunan daerah. Momen ini diharapkan dapat semakin meneguhkan kerukunan dalam kehidupan sosial masyarakat. “Nganjuk milik kita bersama,” tandasnya.

Untuk diketahui, selain Tatit, Upacara Dharma Santi juga turut dihadiri sejumlah tamu undangan. Seperti Bupati Marhaen Djumadi yang hadir diwakili Wakil Bupati Trihandy Cahyo Saputro. Hadir pula jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Nganjuk lainnya.

Prosesi upacara tersebut berlangsung di Pura Kerta Bhuwana Giri Wilis, Desa Bajulan, Loceret. Upacara tersebut bukan sekadar simbol penutupan rangkaian Hari Suci Nyepi. Tetapi juga sarana spiritual dan kultural yang dapat mempererat silaturahmi antarumat beragama, khususnya di Kota Angin. (wib/ik3/tyo)

Editor : Ilmidza Amalia Nadzira
#Ketua #upacara #hari #Ini #Dharma Santi Nyepi #radar nganjuk #Tahun Baru Saka 1947 #Hadiri #berita #KOTA ANGIN #dprd nganjuk