NGANJUK, JP Radar Nganjuk - Bupati Marhaen Djumadi mengusulkan Marsinah, pahlawan buruh asal Sukomoro, Kabupaten Nganjuk sebagai pahlawan nasional.
Saat berziarah di makam Marsinah di May Day pada 1 Mei 2025, Kang Marhaen berharap pemerintah menjadikan Marsinah sebagai Pahlawan Nasional.
"Saya mengusulkan Marsinah sebagai pahlawan nasional karena perjuangannya yang besar untuk para buruh di Indonesia," ujarnya.
Usulan Kang Marhaen itu langsung direspons Presiden Prabowo Subianto. Dalam pidato yang disampaikan di peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) di Lapangan Monumen Nasional (Monas), Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, mengumumkan dukungannya untuk menjadikan Marsinah sebagai Pahlawan Nasional.
Pengumuman ini disambut antusias oleh ratusan ribu buruh yang hadir dalam acara tersebut, menandai momen bersejarah bagi perjuangan pekerja di Indonesia.
Baca Juga: Kisah Marsinah, Ikon Keadilan dari Nganjuk yang Menginspirasi Buruh Indonesia
Marsinah, seorang aktivis buruh yang dikenal karena keberaniannya memperjuangkan hak-hak pekerja di era 1990-an, menjadi simbol perlawanan terhadap ketidakadilan di kalangan buruh.
Ia kehilangan nyawa secara tragis pada tahun 1993 setelah terlibat dalam aksi mogok kerja di Sidoarjo, Jawa Timur. Hingga kini, kasus kematiannya tetap menjadi sorotan dan inspirasi bagi gerakan buruh di Indonesia.
Dalam pidatonya, Presiden Prabowo menyatakan bahwa usulan untuk mengangkat Marsinah sebagai Pahlawan Nasional muncul dari aspirasi kelompok buruh.
“Jika pimpinan buruh sepakat, saya akan mendukung penuh agar Marsinah diakui sebagai Pahlawan Nasional,” ujar Prabowo, yang disambut tepuk tangan meriah dari massa.
Ia menegaskan bahwa langkah ini adalah bentuk penghormatan terhadap perjuangan buruh dan pengakuan atas kontribusi mereka dalam pembangunan bangsa.
Prabowo juga memaparkan komitmen pemerintahannya untuk meningkatkan kesejahteraan pekerja.
Salah satu langkah konkrit yang diumumkan adalah pembentukan Dewan Kesejahteraan Buruh Nasional, yang akan terdiri dari perwakilan tokoh buruh dari seluruh Indonesia.
Baca Juga: Presiden Prabowo Umumkan Dukungan untuk Marsinah sebagai Pahlawan Nasional
Dewan ini bertugas mempelajari kondisi buruh dan memberikan masukan kepada presiden terkait peraturan yang perlu diperbaiki demi perlindungan hak-hak pekerja.
“Kami ingin memastikan setiap buruh mendapatkan perlindungan dan kesejahteraan yang layak,” tambahnya.
Pernyataan Prabowo ini mendapat respons positif dari berbagai kalangan, termasuk serikat pekerja.
Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal, menyatakan bahwa dukungan terhadap Marsinah sebagai Pahlawan Nasional adalah langkah berani yang menunjukkan perhatian pemerintah terhadap sejarah perjuangan buruh.
“Ini adalah pengakuan atas pengorbanan Marsinah dan semua pekerja yang telah berjuang untuk keadilan,” ungkap Said Iqbal.
Reaksi serupa juga terlihat di media sosial, khususnya platform X, di mana banyak pengguna menyuarakan dukungan atas inisiatif ini.
Seorang pengguna menulis, “Luar biasa! Mengusulkan Marsinah sebagai Pahlawan Nasional adalah langkah bersejarah untuk menghormati perjuangan buruh.” Pengguna lain menyebut bahwa ini adalah kali pertama seorang presiden secara terbuka mengusulkan Marsinah untuk mendapat gelar tersebut.
Namun, Prabowo menegaskan bahwa proses pengangkatan Marsinah sebagai Pahlawan Nasional akan melibatkan diskusi dengan berbagai pihak, termasuk pimpinan buruh dan instansi terkait, untuk memastikan kesepakatan bersama.
Ia juga mengajak kelompok buruh untuk mengusulkan nama-nama tokoh pekerja lain yang layak mendapatkan penghargaan serupa, sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan mereka.
Acara May Day di Monas, yang dihadiri sekitar 200.000 buruh dari berbagai daerah, berlangsung meriah dengan berbagai kegiatan, termasuk hiburan dari band Tipe-X dan penyampaian aspirasi buruh.
Kehadiran Prabowo, yang tiba dengan kendaraan Maung dari Istana, menjadi sorotan utama, menegaskan perhatian khusus pemerintah terhadap isu-isu ketenagakerjaan.
Pengumuman dukungan untuk Marsinah sebagai Pahlawan Nasional ini bukan hanya simbol penghargaan terhadap masa lalu, tetapi juga menjadi sinyal kuat bahwa pemerintahan Prabowo berkomitmen untuk memperjuangkan keadilan dan kesejahteraan buruh di masa depan.
Langkah ini diharapkan dapat memperkuat hubungan antara pemerintah dan kelompok pekerja, sekaligus menginspirasi generasi mendatang untuk terus memperjuangkan hak-hak mereka.
Editor : Elna Malika