NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nganjuk berkomitmen untuk memberikan rumah layak huni kepada seluruh masyarakat.
Salah satunya adalah dengan memberikan bantuan perbaikan rumah tidak layak huni (RTLH) kepada masyarakat yang membutuhkan.
Proses pemberian bantuan berupa stimulan itu dilakukan langsung oleh Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi, Wakil Bupati Nganjuk Trihandy Cahyo Saputro, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Nganjuk Nur Sholekan, dan Plt Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPRKPP) Kabupaten Nganjuk Supardi.
Proses penyerahan bantuan dilakukan di Pendapa KRT Sosrokoesoemo.
“Alhamdulillah hari ini kita menyerahkan sebanyak 333 bantuan stimulan untuk perbaikan rumah tidak layak huni dan 5 stimulan pembangunan rumah baru layak huni,” terang Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi kepada awak media.
Marhaen mengatakan, program yang dilakukan Pemkab Nganjuk itu adalah bentuk kepedulian kepada masyarakat.
Hal itu juga merujuk pada amanat UUD 1945 Pasal 28H ayat 1. Dalam pasal tersebut dijelaskan bahkan negara menjamin hak setiap orang untuk hidup sejahtera dan bertempat tinggal layak.
“Negara harus hadir di tengah-tengah masyarakat,” tambahnya.
Lebih lanjut, Marhaen sedikit menyinggung tentang total rumah tidak layak huni di Kabupaten Nganjuk. Hingga akhir 2024, total ada 9.575 rumah tidak layak huni.
Harapannya, di lima tahun ke depan, rumah-rumah tersebut bisa mendapat bantuan dan berubah menjadi rumah layak huni.
“Semoga nanti di PAK anggaran bisa kita tambah program stimulan. 20 sampai 25 rumah,” tandasnya.
Sementara itu, Plt. Kepala Dinas DPRKPP Supardi menambahkan bahwa program ini ditujukan untuk mempermudah akses masyarakat berpenghasilan rendah dalam memiliki rumah yang layak dan sehat.
Baca Juga: Ketua DPRD Nganjuk Ikut Main Voli Lintas Sektor dalam Rangka May Day, Begini Keseruannya
Selain mengurangi backlog, program ini juga diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup warga secara menyeluruh.
Sebagai bagian dari upaya mendorong kepemilikan rumah, dalam kegiatan ini juga digelar pameran perumahan subsidi sebanyak 1.088 unit.
Pameran tersebut menyasar ASN, PPPK, THL, karyawan pabrik, hingga pelaku UMKM yang membutuhkan hunian layak dan terjangkau.
“Program ini menjadi bukti nyata sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam membangun Nganjuk yang lebih sejahtera dan berkeadilan,” ujarnya. (wib)
Editor : Elna Malika