NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Tujuh orang gagal menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahun 2024 tahap kedua. Karena tujuh orang itu tidak mengikuti tes di Atrium Jawa Pos pada Selasa (13/5) dan kemarin (14/5).
Rinciannya empat orang tak hadir di tes hari pertama. Kemudian, kemarin dari 621 peserta yang dijadwalkan mengikuti tes, tiga orang tidak hadir.
Sekretaris Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Nganjuk Agus Heri Widodo mengatakan, dari dua sesi ujian, ada tiga peserta yang tidak hadir.
“Total ada tiga peserta yang tidak hadir di hari kedua tes tanpa alasan yang jelas,” ujarnya.
Agus mengatakan, pihaknya tidak mengetahui alasan mengapa ketika peserta tidak hadir. Namun dipastikan, sesuai peraturan, ketiga peserta yang tidak hadir itu dipastikan tidak lolos PPPK.
Sama dengan empat peserta yang tak hadir di tes pertama. “Ketiga peserta otomatis gugur dalam tes PPPK tahap kedua,” tambahnya.
Lebih lanjut Agus mengatakan, total ada 1.521 peserta yang mengikuti tes. Proses selanjutnya adalah pengolahan nilai.
Sesuai jadwal, pengolahan nilai itu berlangsung hingga 21 Mei. Lalu dilanjutkan dengan seleksi kompetensi tambahan bagi beberapa instansi.
Jadwalnya hingga 17 Mei mendatang. Lalu terakhir adalah pengumuman antara 22 hingga 31 Mei. “Pengumuman nantinya akan menunggu dari pihak BKN Republik Indonesia,” imbuhnya.
Seperti diketahui sebelumnya ada 1.625 pelamar PPPK yang mendaftar di tahap kedua. Dari jumlah tersebut, hanya 1.531 pelamar yang dinyatakan MS.
Sedangkan 94 sisanya dinyatakan TMS. 94 pelamar itu boleh mengajukan sanggah. Namun diketahui hanya 18 pelamar yang mengajukan sanggah.
Dari 18 pelamar yang mengajukan sanggah, hanya satu pelamar yang sanggahannya diterima oleh BKPSDM. Alhasil status pelamar yang mulanya TMS menjadi MS.
Babarengan dengan itu, BKPSDM juga terus mengecek berkas milik pelamar. Hasilnya, ada empat pelamar yang ternyata TMS.
Keempat pelamar itu diketahui belum memenuhi minimal waktu bekerja di instansi milik pemerintah.
Sementara itu, Rita, 41, salah satu peserta PPPK mengaku soal tes PPPK membutuhkan waktu cukup lama untuk mengerjakannya. "Soalnya panjang-panjang. Jadi harus membaca lama untuk bisa menjawab," ujarnya.
Rita berharap, semua peserta tes PPPK diangkat menjadi aparatur sipil negara (ASN). "Kami sudah jauh-jauh tes ke Surabaya dan mengerjakan tes dengan baik. Mudah-mudahan jadi ASN," harapnya. (wib/tyo)
Editor : Elna Malika