NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi melakukan mutasi dan promosi ratusan kepala SDN dan SMPN di Kota Angin.
Ditargetkan mutasi dan promosi itu dapat menjadi cara untuk meningkatkan mutu pendidikan di Nganjuk.
Dari pantauan wartawan koran ini, acara mutasi dan promosi itu berlangsung di Pendapa KRT Sosrokoesoemo Nganjuk.
Tidak hanya promosi kepala sekolah, kegiatan itu juga berbarengan dengan promosi bagi pengawas TK dan SD di Kabupaten Nganjuk.
“Totalnya ada 278 kepala sekolah dan pengawas yang dilantik,” terang Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi kepada wartawan koran ini.
Marhaen merinci, untuk promosi kepala sekolah, totalnya adalah 118 orang.
Dengan rincian yaitu 1 guru TK, 105 guru SD, dan 12 guru SMP. Mereka adalah guru-guru yang mengikuti rekrutmen kepala sekolah beberapa waktu lalu.
Selain itu, Marhaen juga melakukan mutasi kepada beberapa kepala sekolah.
Totalnya adalah 144 kepala sekolah. Dengan rincian 125 guru SD dan 19 guru SMP.
Berbarengan dengan itu, Marhaen juga melantik pengawas TK, SD, dan SMP.
Untuk pengawas TK dan SD berjumlah 11 orang. Sedangkan pengawas SMP berjumlah lima orang.
“Mutasi dan promosi kali ini benar-benar Rp 0. Tidak ada nepotisme di tubuh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nganjuk,” tambahnya.
Setelah dilantik, Marhaen berharap, para kepala sekolah untuk dapat langsung gaspol.
Dengan targetnya adalah meningkatkan mutu pendidikan di Kabupaten Nganjuk.
“Saya ingin anak-anak saya di Kabupaten Nganjuk dapat bersekolah semuanya,” tandasnya.
Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Nganjuk Sopingi melalui Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Moch Jaenuri mengatakan, promosi yang dilakukan Marhaen berasal dari guru yang baru saja melakukan rekrutmen kepala sekolah.
“Kepala sekolah yang mendapat promosi adalah mereka yang mengikuti rekrutmen,” ujarnya.
Setelah dilantik, mereka akan segera ke sekolah yang baru. Adaptasi harus dilakukan sesingkat mungkin.
Karena diketahui, bulan depan, sekolah di Kabupaten Nganjuk sudah memasuki tahun ajaran baru.
“Para guru harus segera menyesuaikan diri menjelang tahun ajaran baru,” tambahnya.
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira