NGANJUK, JP Radar Nganjuk - Warga Kabupaten Nganjuk pusing tujuh keliling saat mau membuat kartu tanda penduduk (KTP). Penyebabnya, antrean panjang selalu terjadi setiap hari.
Untuk mendapatkan nomor antrean, mereka akhirnya rela datang sejak Subuh ke kantor kecamatan. “Ini masalah serius. Harus segera ditangani dispendukcapil (dinas kependudukan dan pencatatan sipil, red),” tandas Bupati Marhaen Djumadi.
Oleh karena itu, pada 14 Juli 2025, Kang Marhaen-panggilan akrab Bupati Marhaen segera datang ke Kantor Dispendukcapil Nganjuk. Dia didampingi Wakil Bupati Trihandy Cahyo Saputro.
Kedatangan keduanya adalah untuk melihat langsung pelayanan petugas kepada masyarakat. Dari pantauan koran ini, keduanya tiba di Kantor Dukcapil sekitar pukul 13.00 WIB. Setibanya di lokasi, mereka langsung mengunjungi ruang pelayanan. Di sana Kang Marhaen dan Mas Handy langsung mengajak dialog masyarakat yang sedang mengurus berkas.
“Bagaimana pelayanannya? Sudah cepat atau masih lama?” tanya Marhaen ke salah satu warga. Dengan segera warga tersebut langsung menjawab jika pelayanan di Kantor Dukcapil sudah cukup cepat.
Sejurus kemudian Marhaen langsung mengecek berkas yang sedang dibawa oleh warga tersebut. Diketahui warga itu sedang mengurus berkas untuk pindah kartu keluarga (KK). Dengan sigap Marhaen langsung membawakan berkas tersebut untuk segera diurus oleh petugas.
“Semuanya tolong harus sat set. Paling tidak lima menit harus selesai,” ujarnya kepada petugas.
Sementara itu, Marhaen mengatakan kedatangannya kemarin adalah untuk melakukan koordinasi kerja dengan Dukcapil Nganjuk. Salah satunya adalah membahas tentang proses pembuatan KTP-el.
“Kami kemarin mendapat laporan tentang pembuatan KTP-el,” ujarnya kepada wartawan koran ini.
Marhaen menjelaskan, beberapa hari lalu, dirinya mendapat laporan dari masyarakat. Laporan itu menjelaskan tentang warga yang harus mengantre berjam-jam untuk membuat KTP. Bahkan mereka harus mengantre hingga sejak subuh.
Menurut Marhaen, hal tersebut adalah masalah serius yang harus ditangani. Karena dipastikan proses mengantre yang dimulai sejak subuh akan menyusahkan masyarakat.
“Kami tidak ingin masalah tersebut kembali muncul. Dukcapil harus sat-set dalam melayani masyarakat,” tandasnya.
Sementara itu, Kepala Dukcapil Nganjuk Gatut Sugiarto mengatakan, masalah itu muncul karena ada pembatasan pembuatan KTP per hari. Rata-rata, per hari, Nganjuk hanya mendapat jatah pembuatan sekitar 300 KTP.
Warga yang mengetahui hal itu lalu berlomba-lomba untuk datang ke kecamatan lebih dahulu. Jam operasional pembuatan KTP dimulai pukul 08.00 WIB. Namun karena tidak ingin terlambat, mereka mulanya tiba di lokasi sekitar pukul 06.00 WIB.
Namun lama kelamaan warga datang lebih pagi lagi. Bahkan hingga ada yang datang ke lokasi sekitar pukul 04.00 WIB.
“Ada pembatasan jumlah pembuatan KTP per harinya. Karena jika tidak dibatasi, maka ada kemungkinan blangko KTP jadi kosong,” ujarnya. (wib)
Editor : Miko