Bupati Sidak Harga Sembako Jelang Nataru, Temukan Minyakita Melebihi HET Pasar
Karen Wibi• Jumat, 26 Desember 2025 | 00:36 WIB
SIDAK PASAR: Bupati Marhaen Djumadi, Kajari Ika Mauliddhina, Kepala Disperindag Sri Handariningsih sidak harga sembako menjelang Nataru di Pasar Wage Nganjuk kemarin.
NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi melakukan inspeksi mendadak (sidak) di pasar tradisional dan modern di Kabupaten Nganjuk. Sidak tersebut untuk mengecek harga bahan pokok menjelang Natal dan tahun baru (Nataru). Hasilnya petugas menemukan beberapa komoditas yang dijual di atas harga eceran tertinggi (HET). Dari pantauan koran ini, sidak dilakukan sekitar pukul 08.00 WIB.
Rombongan yang terdiri dari Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi, Wakil Bupati Nganjuk Trihandy Cahyo Saputro, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Nganjuk itu berangkat dari Pendapa KRT Sosrokoesoemo.
Rombongan langsung menuju ke Pasar Wage. Di sana rombongan mengecek harga bahan pohon yang dijual oleh pedagang. Hasilnya ditemukan Minyakita yang dijual di atas HET. “Mayoritas sembako harganya aman. Kecuali Minyakita yang dijual di atas HET. Yaitu mencapai Rp 17 ribu,” ujar Marhaen di sela-sela sidak kemarin (24/12).
Tidak berhenti di situ, rombongan lalu melanjutkan perjalanan ke toko modern. Yaitu ke Prima Swalayan. Di sana rombongan melakukan pengecekan pada parsel yang dijua. Setelah dicek, petugas tidak menemukan barang kedaluwarsa yang dijual di dalam parsel.
Rombongan lalu melanjutkan sidak ke distributor sembako Sami Mulyo yang ada di Kelurahan Mangundikaran, Kecamatan Nganjuk. Di sana Marhaen memastikan stok sembako aman menjelang nataru.
Marhaen juga menjelaskan tentang alasan Minyakita yang dijual di atas HET. Salah satunya karena stok minyak tersebut langka selama beberapa hari terakhir. “Ternyata stok Minyakita memang langka. Sehingga, harganya melonjak naik,” tambahnya.
Namun Marhaen menjelaskan kepada masyarakat untuk tidak khawatir. Karena kemarin ribuan liter stok Minyakita sudah sampai di Kota Angin. Harga Minyakita akan kembali normal. “Hari ini (Kemarin, Red) baru saja datang. Jadi saya pastikan harga Minyakita akan segera turun,” tandasnya.
Sementara itu, Owner Sami Mulyo Hanafi membenarkan stok Minyakita sempat langka menjelang Nataru. Menurut Hanafi, kejadian itu adalah hal yang wajar. Biasa terjadi menjelang hari besar nasional. Salah satunya hari raya keagamaan. Namun Hanafi memastikan harga Minyakita akan segera turun hari ini (25/12). “Stok sudah datang. Harga akan kembali normal,” ujarnya.
Lebih lanjut, sidak dilanjutkan oleh Kepala Disperindag Kabupaten Nganjuk Sri Handariningsih. Sidak lanjutan dilakukan di Pasar Sukomoro. Di sana rombongan melakukan pengecekan pada harga sayur. Dari banyaknya harga sayur, hanya cabai rawit yang masih tinggi. “Harga cabai rawit di angka Rp 50 ribu an. Itu sudah termasuk turun dibanding beberapa hari terakhir,” ujar perempuan yang akrab disapa Bu Han itu.
Bu Han menjelaskan, beberapa hari terakhir, permintaan cabai rawit melonjak. Hal itu yang menyebabkan harga melambung tinggi. Namun Bu Han memastikan kondisi itu tidak akan berlangsung lama. Karena saat ini, cabai rawit sedang memasuki musim panen. “Kami akan berusaha untuk mengembalikan harga cabai normal,” tandasnya. (wib/tyo)