Plafon Dapur Rutan Nganjuk Dijebol, Napi Tamping Kabur dan Kini Jadi Buronan Polisi
Novanda Nirwana• Senin, 26 Januari 2026 | 14:26 WIB
Polisi Mentetapkan Hairul Jadi Buronan.
Polisi Mentetapkan Hairul Jadi Buronan
NGANJUK, JP Radar Nganjuk-Polisi belum berhasil menangkap Moh. Hairul, narapidana yang kabur dari Rumah Tahanan (Rutan) Nganjuk.
Padahal, Hairul telah melarikan diri sejak Kamis (22/1). "Polisi masih mengejar Moh. Hairul," ujar Kepala Rutan Nganjuk Arief Budi Santoso.
Selain memburu Hairul, Arief mengatakan, pihak rutan juga menelusuri jejak pelarian Hairul. Karena dia bisa melompati pagar rutan dengatinggi sekitar lima meter. Hasilnya? Arief mengatakan, Hairul kabur dengan menjebol plafon dapur rutan usai jam makan siang. Karena Hairul
merupakan warga binaan yang dipercaya membantu petugas rutan. Hairul terbilang baru menyandang status sebagai tamping. “Dia menjadi tamping sejak satu bulan yang lalu,” papar Arief.
Tamping sendiri merupakan warga binaan yang diberi tugas membantu pegawai rutan dalam berbagai kegiatan pembinaan.
Untuk bisa menjadi tamping, seorang napi harus memenuhi sejumlah persyaratan. Diantaranya sudah menjalani masa pidana paling singkat enam bulan serta tidak pernah melakukan pelanggaran tata tertib selama berada di rutan.
Arief mengatakan, Hairul ditempatkan sebagai tamping dapur rutan. Dengan peran tersebut, Hairul bertugas membantu proses memasak hingga mendistribusikan makanan kepada warga binaan lainnya. “Sebagai tamping dapur, yang bersangkutan membantu memasak dan mendistribusikan makanan ke warga binaan,” jelasnya.
Pelarian Hairul diduga memanfaatkan situasi setelah jam makan siang selesai. Menurut Arief, sekitar pukul 10.00 WIB, seluruh makanan siang telah dibagikan kepada warga binaan.
Setengah jam kemudian, area dapur seharusnya sudah dalam kondisi bersih dan steril. “Jam 10.30 WIB area dapur sudah bersih, steril, dan para napi kembali ke blok masing-masing,” ungkapnya.
Namun, pada momen itulah Hairul diduga menjalankan aksinya. Ia disebut tidak langsung kembali ke blok, melainkan menyelinap ke kamar mandi terlebih dahulu, sebelum kembali lagi ke area dapur. “Jadi, awalnya dia menyelinap ke kamar mandi, lalu balik lagi ke dapur,” tambah Arief.
Dari dapur tersebut, Hairul kemudian memanfaatkan akses bagian atas bangunan. Ia naik ke atap bangunan dengan menjebol plafon dapur, yang kemudian menjadi jalur awal pelariannya dari dalam rutan. “Dia dari dapur lewat wuwung, terus menjebol plafon,” tegas Arief.
Pihak Rutan Nganjuk menegaskan bahwa kasus ini masih dalam pendalaman. Perlu diketahui seorang narapidana bernama Moh Hairul dilaporkan kabur dari Rutan Kelas IIB Nganjuk pada Kamis (22/1) sekitar pukul 11.30 WIB dengan cara melompati pagar rutan.
Aksi pelarian tersebut pertama kali diketahui oleh Dede Andriana,31, yang kemudian melaporkannya kepada petugas rutan. Sementara hingga kini Hairul masih dalam pengejaran petugas. (nov/tyo)