Dari pantauan wartawan koran ini, Gus Ipul bersama rombongan tiba di Pendapa KRT Sosrokoesoemo sekitar pukul 12.00 WIB. Setibanya di pendapa, Gus Ipul disambut Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi, Wakil Bupati Nganjuk Trihandy Cahyo Saputo, dan perwakilan forum koordinasi perangkat daerah (Forkompimda).
“Kedatangan saya adalah untuk menjalankan Kolaborasi Program Prioritas Presiden dalam rangka Membangun Sumber Daya Manusia Menuju Kemandirian Ekonomi di Kabupaten Nganjuk,” ujar Gus Ipul kepada awak media di sela-sela acara kemarin.
Ada dua poin yang dibahas dalam kegiatan yang berlangsung selama tiga jam itu. Pertama adalah persiapan sekolah rakyat. Sedangkan, yang kedua adalah bimbingan teknis DTSEN.
Gus Ipul menjelaskan, sekolah rakyat di Kabupaten Nganjuk segera beroperasi. Ditargetkan sekolah yang berada di Desa Balonggebang, Kecamatan Gondang itu mulai beroperasi pada tahun ajaran 2026/2027.
“Saat ini masih sedang proses pembangunan. Targetnya Juni nanti sudah mulai buka pendaftaran tahun ajaran baru,” tambahnya.
Selain membahas sekolah rakyat, Gus Ipul juga memberikan bimbingan teknis tentang proses pemuktahiran DTSEN. Gus Ipul mengatakan proses pemuktahiran tersebut memerlukan kolaborasi antara Kementerian Sosial dan pemerintah daerah (pemda).
Dalam proses pemuktahiran itu juga, menurut Gus Ipul, ada dua cara yang bisa dilakukan. Pertama yakni melalui jalur formal. Jalur formal yang dimaksud yakni melalui pendataan dari RT/RW, pemerintah desa, hingga dinas sosial.
Sedangkan untuk jalur kedua, yakni jalur partisipasi, masyarakat dapat langsung melakukan pemuktahiran secara mandiri. Yakni melalui aplikasi hingga media sosial yang telah disiapkan oleh pihak kementerian.
“Saya berharap dengan adanya bimbingan teknis tentang pemuktahiran, bantuan-bantuan dari pemerintah bisa lebih tepat sasaran,” tegasnya.
Baca Juga: Mensos Saifullah Yusuf di Pendopo Nganjuk: Data Kemiskinan Bukan Hanya Tugas Kemensos
Sementara itu, Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi mengatakan pemerintah daerah akan terus berupaya untuk melakukan pemuktahiran data DTSEN.
Harapannya data-data tersebut dapat sesuai dengan fakta di lapangan. Dengan itu masyarakat yang termasuk ke dalam golongan miskin dapat menerima bantuan.
“Pemkab Nganjuk terus berkomitmen untuk hadir di tengah-tengah masyarakat miskin,” ujarnya.
Editor : rekian