RADARNGANJUK.JAWAPOS.COM– Pelaksanaan lelang Barang Milik Daerah (BMD) yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nganjuk melalui Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) mencatatkan hasil yang kontras. Dari sejumlah aset yang ditawarkan, satu unit mobil ambulans milik RSUD Nganjuk justru sepi peminat dan gagal terjual.
Ambulans RSUD Nganjuk Sepi Peminat
Lelang yang dilakukan secara open bidding melalui perantara KPKNL Madiun ini mematok nilai limit untuk unit ambulans sebesar Rp 61,8 juta. Sayangnya, hingga batas waktu penutupan, tidak ada satu pun peserta yang melirik kendaraan operasional medis tersebut.
Kabid Pengelolaan Barang Milik Daerah BPKAD Nganjuk, Samsul Hadi, mengonfirmasi bahwa dari seluruh objek yang dilelang, hanya ambulans tersebut yang tersisa. “Tidak laku satu, yakni unit ambulans,” ungkap Samsul kepada radarnganjuk.jawapos.com .
Aset Lain Terjual Melebihi Target
Berbanding terbalik dengan nasib ambulans, objek lelang lainnya justru menjadi rebutan. BPKAD berhasil melepas empat unit kendaraan dinas dan satu paket scrap (barang rongsok) dengan nilai yang memuaskan.
Berikut rincian hasil lelang aset Nganjuk tersebut: Total nilai limit aset terjual adalah Rp 78,5 juta. Total nilai penjualan akhir: Rp 94,8 juta (mengalami kenaikan signifikan dari harga awal). Objek terjual ada 4 unit kendaraan dinas dan 1 paket scrap.
Salah satu daya tarik dalam lelang kali ini adalah adanya seperangkat gamelan yang sudah tidak terpakai dalam paket scrap. Gamelan tersebut dilelang bersama material bangunan dan peralatan mesin yang sudah rusak berat.
Penyebab Ambulans Tidak Laku dan Rencana Lelang Ulang
Samsul Hadi menjelaskan bahwa faktor kondisi fisik kendaraan dan segmen pasar yang terbatas kemungkinan besar menjadi penyebab ambulans RSUD Nganjuk tidak diminati.
"Faktor kondisi barang dan keterbatasan pasar mungkin berpengaruh. Namun, tujuan utama kami adalah optimalisasi aset daerah agar barang yang rusak atau tidak terpakai tidak membebani ruang penyimpanan," tambahnya.
Sebagai solusi, BPKAD Nganjuk akan menempuh langkah sebagai berikut evaluasi aset, meninjau kembali nilai limit dan kondisi fisik ambulans. Lelang ulang mengajukan kembali objek tersebut dalam jadwal lelang berikutnya. Penyesuaian harga, memberikan penyesuaian nilai agar lebih menarik minat kolektor atau pengusaha karoseri.
Langkah penghapusan aset melalui lelang ini diharapkan dapat terus memberikan kontribusi positif terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Nganjuk.
Editor : rekian