Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya Video

Wakil DPRD Nganjuk Luruskan Polemik Wisata Gedang Sewu! Endah: Bukan Protes Biasa, Tanda Putus Asa Warga Ngronggot

rekian • Rabu, 8 April 2026 | 12:05 WIB
Wakil Ketua DPRD Nganjuk meninjau langsung lokasi
Wakil Ketua DPRD Nganjuk meninjau langsung lokasi 'wisata gedang Sewu'. (Foto: Rekian)

 

RADARNGANJUK.JAWAPOS.COM– Aksi simbolis penanaman pohon pisang di badan jalan Dusun Tempel, Desa/Kecamatan Ngronggot, Kabupaten Nganjuk beberapa hari terakhir menjadi perbincangan hangat publik. Wakil Ketua DPRD Nganjuk, Endah Sri Murtini, akhirnya buka suara untuk meluruskan berbagai spekulasi sekaligus merespon kerasnya protes warga yang dinilainya sudah sangat berlebihan.

Endah mengakui bahwa aksi tersebut bukan sekadar protes biasa. Ia menilai warga sudah sangat frustrasi dengan kondisi infrastruktur jalan yang tak kunjung tersentuh.

"Saya lihat ternyata yang ditanam itu bukan yang lubang, ndak lubang pun ditanam. Berarti kan protesnya sudah sangat-sangat keras," ujar Endah saat dikonfirmasi, Selasa (8/4).

Politikus Partai Demokrat ini menyebut setidaknya ada dua pokok pikiran (pokir) yang telah dan akan dialokasikan untuk Dusun Tempel, Desa/Kecamatan Ngronggot.

Pertama, untuk ruas jalan menuju makam yang berada di sisi kiri desa, ia sudah mengalokasikan anggaran Rp 200 juta dari pokir 2026.

"Sayangnya, untuk publikasi dan penyampaian saya itu mungkin telat. Rencananya di pertengahan bulan nanti saat Sosper (Sosialisasi Perda) baru mau saya sampaikan ke warga," tuturnya menyesalkan miskomunikasi yang terjadi.

Lebih lanjut, Endah memastikan akan melakukan pergeseran anggaran untuk merespon aksi warga yang dinilainya luar biasa. Jalan di depan lokasi aksi yang diusulkan warga saat reses Februari lalu, rencananya akan diprioritaskan karena bertepatan dengan event Nyadran dan kedatangan tim dari Jawa Timur pada bulan Mei mendatang.

"Pokir kami yang ada di dapil saya, di Kertosono atau dari Prambon, nanti akan kita geser, prioritaskan untuk di sini. Harapannya teman-teman yang saya geser juga bisa paham bahwa di sini memang butuh perhatian lebih ekstra," jelasnya.

Endah menegaskan bahwa anggaran untuk jalan makam sebesar Rp200 juta sudah clear masuk induk 2026. Sedangkan untuk jalan depan, anggaran Rp200 juta lainnya akan di-switch melalui koordinasi dengan Dinas PU, Wakil Bupati, hingga Bupati Nganjuk.

"Insyaallah ndak ada masalah kok. Nanti tinggal kita koordinasi dengan PU," tambahnya.

Di akhir wawancara, Endah menyampaikan apresiasinya kepada warga Dusun Tempel, Desa/Kecamatan Ngronggot yang dinilainya masih bisa menyampaikan aspirasi tanpa anarkisme. Ia berjanji akan mengupayakan percepatan pelaksanaan fisik di lapangan, meski secara administrasi masih mengikuti jadwal tahun anggaran.

"Ini masih masalah miskomunikasi karena telatnya kita menyampaikan sehingga warga aksinya seperti ini. Tapi kami mengucapkan terima kasih bahwa cara warga menyampaikan hal ini tidak seanarkis yang lain," pungkasnya.

Warga kini menanti realisasi janji tersebut, terutama percepatan pengerjaan jalan menjelang agenda adat Nyadran bulan depan.

Editor : rekian
#Endah Sri Murtini #demokrat #jalan rusak #Kabupaten Nganjuk #dprd nganjuk