KERTOSONO, NGANJUK,RADARNGANJUK.JAWAPOS.COM— Keberadaan Mobil Siaga Desa Kutorejo, Kecamatan Kertosono, Kabupaten Nganjuk yang terparkir di kawasan wisata Alun-Alun Kota Batu telah memicu polemik warganet.
Kendaraan operasional desa tersebut sempat ramai digunjingkan dan diduga digunakan untuk keperluan tamasya atau liburan.
Baca Juga: Rayakan HUT RI ke-81, Desa Banjaranyar Tanjunganom Beri Gebrakan lewat Upacara Berkostum Jadul
Menanggapi kabar miring yang beredar, Camat Kertosono, Widi Cahyono, angkat bicara. Ia membenarkan bahwa kendaraan tersebut memang inventaris milik Desa Kutorejo, Kecamatan Kertosono, Kabupaten Nganjuk.
Namun, Widi secara tegas membantah tudingan yang menyebut mobil layanan masyarakat itu dipakai untuk jalan-jalan ke tempat wisata.
Baca Juga: Musim Panen Cengkeh Tiba, Petani Desa Blongko Nganjuk Raih Untung Hingga Ratusan Ribu Rupiah per Kg
"Yang benar adalah mobil itu digunakan untuk membawa kader Polindes (Pondok Bersalin Desa) untuk (membeli) perlengkapan Polindes di Malang," ungkap Widi saat dikonfirmasi Sabtu (15/8).
Widi menjelaskan, rentetan kejadian tersebut berawal saat rombongan hendak bertolak pulang menuju Nganjuk. Di tengah perjalanan, sopir dan para kader Polindes memutuskan untuk beristirahat sejenak guna menunaikan ibadah salat dan mencari makan.
Baca Juga: Tiga Bulan, 264 Desa Sedot Rp 44,49 Miliar
Kebetulan, lokasi rumah makan dan tempat salat yang dipilih berada di kawasan yang berdekatan dengan Alun-Alun Kota Batu.
Kondisi inilah yang membuat mobil siaga desa tersebut mau tidak mau harus terparkir berdampingan dengan kendaraan para pengunjung wisata lainnya.
Baca Juga: Pengumuman Tes Manager Koperasi Desa Merah Putih Mendadak, Peserta Kelabakan
"Parkirnya di lokasi yang dekat dengan tempat salat dan makan," tegas Widi meluruskan kesalahpahaman.
Lebih lanjut, ia memastikan tidak ada iktikad buruk dari pihak desa terkait penggunaan mobil operasional tersebut. Hal ini dibuktikan dengan identitas kendaraan, di mana nomor polisi dan logo desa sama sekali tidak ditutupi atau disamarkan.
Baca Juga: Breaking News! Ribuan Buruh di Nganjuk Padati Kawasan Museum Marsinah di Desa Nglundo, Sukomro
Semua tampak normal karena tujuan utama perjalanan murni untuk kepentingan warga desa.
Meski polemik ini hanya sebatas salah paham, Widi menjadikan peristiwa ini sebagai bahan evaluasi.
Ia mengimbau dan meminta seluruh perangkat desa, khususnya di wilayah Kecamatan Kertosono, agar lebih bijak dan berhati-hati dalam membawa kendaraan dinas.
"Hindari parkir di tempat yang bisa menimbulkan kegaduhan di masyarakat. Misalnya, tidak parkir di lokasi wisata atau tempat hiburan," pesannya memungkasi.
Editor : rekian