NGANJUK, radarnganjuk.jawapos.com– Wakil Bupati Nganjuk Trihandy Cahyo Saputro menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, peternak, dan tenaga teknis untuk menguatkan sektor peternakan di Nganjuk.
Menurutnya, potensi peternakan di daerah ini sangat besar dan layak untuk terus dikembangkan.
Hal itu disampaikannya saat bertemu dengan 50 peternak dari berbagai kecamatan di Kabupaten Nganjuk di Dinas Pertanian (Disperta) pada Kamis (17/8).
Baca Juga: Disperta Beri Pelatihan Budidaya Tembakau di Gondang. Jadi Solusi untuk Sawah yang Diserang Tikus
“Peternakan Nganjuk ini sangat seksi. Kontes kambing setiap tahun saja selalu laku. Ini bikin happy. Selain pertanian sebagai lumbung pangan, peternakan kita juga bagus,” ujar Wabup Trihandy didampingi Kepala Disperta Nganjuk Ida Shobihatin.
Wabup menilai peran inseminator, dokter hewan, dan paramedik sangat vital dalam menjaga kesehatan dan produktivitas ternak.
Ia menyebut kehadiran dokter hewan berbeda dengan dokter umum karena harus memahami langsung persoalan di lapangan bersama peternak.
“Dokter hewan kalau tidak ada peternak pasti bingung. Begitu juga sebaliknya. Karena itu perlu diperkuat lagi kolaborasinya agar bisa saling tahu permasalahan,” jelasnya.
Dalam kesempatan itu, Wabup juga menyoroti dukungan populasi ternak di Nganjuk yang sudah mencapai 120 ribu lebih ekor.
Jumlah itu dinilai sebagai modal besar untuk pengembangan industri peternakan ke depan.
Baca Juga: Dinas Pertanian Kabupaten Nganjuk Gelar Gerakan Pengendalian OPT Serentak
Ia bahkan menyebut sudah ada investor yang berencana membangunan pabrik peternakan di wilayah Jatikalen, Kabupaten Nganjuk. Ini adalah peluang bagi para peternak yang nanti bisa menjadi mitra perusahaan.
Selain itu, Wabup mendorong adanya standarisasi harga komoditas peternakan seperti telur melalui sinergi Dinas Pertanian dan Dinas Perdagangan.
“Ke depan kita harapkan harga seperti telur bisa distandarisasi agar peternak tidak dirugikan dan konsumen juga diuntungkan,” pungkasnya.
Pemkab Nganjuk berharap dengan penguatan SDM teknis, dukungan populasi ternak, dan rencana investasi baru, sektor peternakan bisa menjadi penopang ekonomi masyarakat selain sektor pertanian.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Nganjuk, Ida Shobihatin, mengatakan instansinya berkomitmen untuk memperkuat sektor peternakan untuk mencapai swasembada pangan hewani.
Baca Juga: Mengenal Kartini Masa Kini Nganjuk Plt Kepala Disperta Itsna Shofiani
Karena itu, dalam rangka memperingati HUT Ke-81 RI dan Bulan Bakti Peternakan dan Kesehatan Hewan 2026 Disperta Nganjuk menggelar tiga agenda strategis di bidang peternakan. Yakni mencakup sterilisasi kucing, sosialisasi perizinan, dan penilaian petugas inseminator berprestasi se-Jawa Timur.
Kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kesehatan hewan, tertib regulasi, dan penguatan SDM peternakan.
"Kami berkomitmen menyediakan daging ASUH (Aman, Sehat, Utuh, Higienis) dari produksi lokal," ujarnya.
Editor : rekian