Dinas Pertanian Nganjuk Gelar Tiga Agenda Strategis Perkuat Sektor Peternakan Daerah

rekian • Dipublikasikan Jumat, 28 Agustus 2026 | 15:05 WIB
HARAPAN BARU: Wabup Handy memberikan pengarahan terkait pentingnya kolaborasi sebagai persiapan adanya pabrik peternakan di Jatikalen, Nganjuk. (rekian/jprk)
MENJANJIKAN: Wabup Trihandy memberikan pengarahan terkait pentingnya kolaborasi sebagai persiapan adanya pabrik peternakan di Jatikalen, Nganjuk. (rekian/jprk)

 

NGANJUK, radarnganjuk.jawapos.com- Dinas Pertanian (Disperta) Nganjuk menggelar tiga agenda strategis di bidang peternakan dalam rangka memperingati HUT Ke-81 RI dan Bulan Bakti Peternakan  dan Kesehatan Hewan 2026.

Kegiatan diselenggarakan bersama PDHI Jatim X dan Korwil Kabupaten Nganjuk mencakup sterilisasi kucing jantan lokal, penilaian petugas inseminator berprestasi tingkat Jatim, dan sosialisasi perizinan bersama Kepala Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Nganjuk, Nugroho.

Baca Juga: Dinas Pertanian Nganjuk Dorong Swasembada Daging Lokal. Ini Tiga Agenda Strategisnya

Kepala Dinas Pertanian Nganjuk, Ida Shobihatin, mengatakan program ini bertujuan meningkatkan kesehatan hewan, tertib regulasi, dan penguatan SDM peternakan. "Kami berkomitmen menyediakan daging ASUH (Aman, Sehat, Utuh, Higienis) dari produksi lokal," ujarnya.

Wakil Bupati Nganjuk, Trihandy Cahyo Saputro, menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, peternak, dan tenaga teknis untuk mengembangkan potensi peternakan.

Saat bertemu tim penilai inseminator se-Jawa Timur, ia menyebut sektor ini sangat "seksi" dan potensial. "Peternakan Nganjuk ini sangat seksi. Kontes kambing setiap tahun selalu laku. Ini bikin happy," ujar Wabup Trihandy.

Baca Juga: Wabup Nganjuk Trihandy: Sektor Peternakan Nganjuk “Seksi”, Perlu Kolaborasi Kuat Antar Stakeholder

Ia juga menyoroti peran vital inseminator, dokter hewan, dan paramedik dalam menjaga kesehatan dan produktivitas ternak. Tanpa peternak, kata dia, dokter hewan akan bingung, begitu pula sebaliknya.

Dengan populasi ternak mencapai 120 ribu ekor, Pemkab Nganjuk membuka peluang untuk investasi di bidang peternakan dan mendorong standarisasi harga komoditas seperti telur. "Harga telur bisa distandarisasi agar peternak tidak dirugikan dan konsumen diuntungkan," pungkasnya. 

Editor : rekian
wabup trihandy dinas pertanian Kabupaten Nganjuk hut ri peternakan