NGANJUK, radarnganjuk.jawapos.com- Masalah pohon tumbang masih menjadi pekerjaan rumah (PR) bagi Pemkab Nganjuk.
Jika tidak dikelola dengan baik, ancaman ini tentu sangat membahayakan keselamatan warga, terlebih potensi cuaca ekstrem diprediksi masih berlanjut hingga akhir tahun.
Oleh karena itu, Pemkab Nganjuk tak mau menganggap remeh potensi bahaya di wilayah Kota Angin tersebut.
Sepanjang tahun ini, tercatat sudah ada ribuan pohon rawan yang dipangkas maupun ditebang sebelum benar-benar memakan korban.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Nganjuk, Sujito, mengungkapkan bahwa langkah mitigasi dan pemangkasan pohon dilakukan setiap hari.
Petugas rutin memeriksa kondisi fisik pohon di lapangan dan langsung melakukan penanganan apabila ditemukan bagian yang berisiko.
"Ada sekitar 1.500 pohon yang sudah kami mitigasi. Setiap hari petugas kami turun ke lapangan untuk melakukan langkah tersebut," ujar Sujito.
Dalam pelaksanaannya, pemangkasan tidak dilakukan secara sembarangan. Petugas selalu mempertimbangkan kondisi fisik pohon dan lingkungan di sekitarnya.
Sebab, pohon dari jenis apa pun memiliki risiko tumbang yang sama apabila kondisinya sudah tidak sehat atau rusak.
Sujito mencontohkan, pohon yang pangkal batangnya gosong atau keropos akibat sering terkena pembakaran sampah akan sangat rawan tumbang.
Begitu pula dengan pohon yang sudah tumbuh miring ke arah jalan raya.
"Yang rawan tumbang itu bukan dilihat dari jenis pohonnya, tetapi keadaannya. Ada yang bagian bawahnya keropos karena pembakaran sampah, sampai gosong. Pohon yang miring juga berbahaya, sehingga segera kami lakukan pemangkasan," jelasnya.
Sebagai upaya pencegahan yang lebih maksimal, DLH juga meminta peran aktif dari masyarakat.
Warga yang melihat atau menemukan pohon dengan kondisi rapuh dan membahayakan lingkungan sekitar diimbau untuk segera melapor.
"Masyarakat bisa langsung melapor ke kami, sehingga keluhan tersebut bisa secepatnya kami tindak lanjuti di lapangan," pungkas Sujito.