NGANJUK, radarnganjuk.jawapos.com– Masalah pohon tumbang di Kabupaten Nganjuk berpotensi masih terus terjadi.
Hembusan angin kencang diprediksi masih akan melanda "Kota Angin" hingga November 2026 mendatang.
Baca Juga: Antisipasi Cuaca Ekstrem, Dinas Lingkungan Hidup Nganjuk Mitigasi Ribuan Pohon Rawan Tumbang
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika atau BMKG Stasiun Sawahan Nganjuk menyebut, kecepatan angin saat ini memang belum sekencang Juli lalu.
Namun kewaspadaan tetap diperlukan karena kondisi geografis Nganjuk yang diapit dua pegunungan.“Angin di Nganjuk saat ini masih terbilang normal.
Baca Juga: Angin Kencang Akan Menerjang Kabupaten Nganjuk
Apalagi Nganjuk sendiri terkenal sebagai Kota Angin dan diapit oleh dua pegunungan,” ujar Setyaris, Pengamat Meteorologi dan Geofisika Madya BMKG Sawahan, Jumat (29/8/2026).
Meski tidak merata, BMKG menyebut wilayah dataran rendah berpotensi mengalami hembusan angin lebih kuat dibanding daerah lain.
Baca Juga: Antisipasi Pohon Tumbang Saat Angin Kencang, DLH Nganjuk Tebang Pohon Rawan di Payaman
“Hanya wilayah tertentu yang mungkin anginnya kencang, seperti di dataran rendah,” jelas Setyaris.Kondisi ini bisa meningkatkan risiko pohon tumbang dan dahan patah.
Risiko paling tinggi ada pada pohon yang sudah lapuk, keropos, miring ke jalan, atau memiliki struktur batang yang tidak kuat.
Baca Juga: Waspada! Hujan Petir Mengintai Nganjuk Seharian, BPBD Ingatkan Potensi Angin Kencang dari Timur Laut
Setyaris memperkirakan pola angin seperti ini akan bertahan hingga musim kemarau berakhir.
“Diprediksi angin seperti ini akan bertahan sampai musim kemarau berakhir, perkiraannya sampai November,” pungkasnya.
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada, terutama saat terjadi peningkatan kecepatan angin secara tiba-tiba.
Pemangkasan pohon rawan dan laporan ke instansi terkait juga perlu dilakukan untuk meminimalisir korban.
Sebelumnya, DLH Nganjuk mencatat sudah ada sekitar 1.500 pohon rawan tumbang yang dimitigasi sepanjang tahun ini.
Editor : rekian