Dinas Lingkungan Hidup Nganjuk Jual Kayu Pangkasan Pohon Rawan Tumbang Rp 250 Ribu per Truk

Novanda Nirwana • Dipublikasikan Minggu, 30 Agustus 2026 | 06:32 WIB
DIJUAL: Petugas memotong dahan kayu yang telah dipangkas. Kayu dijual Rp 250 ribu per truk.
DIJUAL: Petugas memotong dahan kayu yang telah dipangkas. Kayu dijual Rp 250 ribu per truk.

NGANJUK, radarnganjuk.jawapos.com– Tugas Dinas Lingkungan Hidup atau DLH Kabupaten Nganjuk tidak berhenti di pemangkasan pohon rawan tumbang.

Setelah dipangkas, limbah kayu hasil pangkasan juga dikelola dan dijual ke masyarakat.

Baca Juga: Waspada Pohon Tumbang, Angin Kencang di Nganjuk Diprediksi Bertahan hingga November

Kepala DLH Nganjuk, Sujito, mengatakan seluruh dahan dan ranting hasil pemangkasan dikumpulkan di Desa Tanjungrejo, Kecamatan Loceret. Dari lokasi itu, kayu kemudian dijual jika ada peminat.

“Peminatnya terbilang jarang karena kondisi kayu yang kurang layak untuk dimanfaatkan sebagai bahan mebel,” ujar Sujito, Jumat (29/8/2026).

Baca Juga: Antisipasi Cuaca Ekstrem, Dinas Lingkungan Hidup Nganjuk Mitigasi Ribuan Pohon Rawan Tumbang

Menurut Sujito, pemanfaatan kayu pangkasan terkendala banyaknya paku yang masih menempel di batang.

Hal itu membuat kayu tidak bisa digunakan untuk pembuatan furnitur seperti meja atau kursi.Selain itu, kualitas kayu hasil pemangkasan juga tergolong rendah.

Baca Juga: Antisipasi Pohon Tumbang Saat Angin Kencang, DLH Nganjuk Tebang Pohon Rawan di Payaman

“Pohonnya kan banyak pakunya, tidak bisa dibuat meja. Kalau dijual pun harganya juga murah karena klasifikasinya rendah,” jelasnya.Karena kualitasnya rendah, harga jualnya pun sangat terbatas.

DLH Nganjuk menjual kayu pangkasan dengan harga sekitar Rp250 ribu untuk satu truk.

“Satu truk saja harganya Rp250 ribu,” kata Sujito.

Baca Juga: Warga Jogomerto Baron Nganjuk Tertimpa Pohon Tumbang di Jalan, Begini Kronologinya

Dengan nilai ekonomis yang rendah, sebagian besar limbah kayu hasil pemangkasan akhirnya tetap dikumpulkan dan dikelola oleh DLH.

Langkah ini dilakukan untuk mencegah penumpukan di jalan dan mengurangi potensi bahaya.

Baca Juga: Pohon Tumbang Tutup Jalur Lengkong–Jatikalen

Sebelumnya, DLH Nganjuk mencatat sudah memitigasi sekitar 1.500 pohon rawan tumbang sepanjang tahun ini sebagai antisipasi cuaca ekstrem.

Editor : rekian
DLH Nganjuk pohon tumbang bencana angin kencang KOTA ANGIN