Melihat Warisan Pendekar Di Kota Angin, Berikut Daftar Perguruan Pencak Silat Yang Ada Di Nganjuk
Elna Malika• Selasa, 15 April 2025 | 18:25 WIB
Melihat Warisan Pendekar Di Kota Angin, Berikut Daftar Perguruan Pencak Silat Yang Ada Di Nganjuk
JP Radar Nganjuk - Pencak silat, seni bela diri khas Indonesia, telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur.
Lebih dari sekadar jurus dan teknik bertarung, silat di wilayah ini mencerminkan nilai budaya, disiplin, dan semangat kebersamaan yang diwariskan lintas generasi.
Beragam perguruan silat hadir, masing-masing membawa ciri khas yang memperkuat identitas lokal.
Keberadaan perguruan-perguruan ini tidak hanya menjaga tradisi, tetapi juga membentuk karakter generasi muda melalui latihan fisik dan mental yang terarah.
Dari nilai-nilai luhur hingga jurus-jurus andal, setiap perguruan silat di Nganjuk berperan besar dalam memupuk harmoni sosial. Berikut adalah beberapa perguruan pencak silat yang menonjol di Nganjuk, yang terus menghidupkan warisan budaya ini.
1. Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT)
PSHT adalah salah satu perguruan silat terbesar di Nganjuk, bahkan di Indonesia. Berpusat di Madiun, cabang Nganjuk sangat aktif dan memiliki banyak anggota.
PSHT dikenal karena fokusnya pada pembinaan karakter, pengajaran budi luhur, dan teknik bela diri yang kuat. Perguruan ini sering menghasilkan atlet berprestasi di tingkat regional hingga internasional.
Kegiatan seperti latihan rutin dan turnamen internal menjadi ciri khas PSHT di Nganjuk.
2. Pagar Nusa
Pagar Nusa, yang berada di bawah naungan Nahdlatul Ulama, juga memiliki kehadiran kuat di Nganjuk. Perguruan ini menggabungkan nilai-nilai keislaman dengan teknik pencak silat, menekankan pada pembentukan akhlak mulia.
Anggotanya sering terlibat dalam kegiatan sosial, seperti pembagian takjil saat Ramadan, serta aktif dalam menjaga kerukunan antarperguruan silat di daerah ini.
Setia Hati Winongo, yang berakar dari Madiun, memiliki cabang di Nganjuk. Perguruan ini menitikberatkan pada persaudaraan dan pengembangan teknik bela diri tradisional.
Anggotanya, yang disebut sebagai "saudara," dikenal karena semangat kebersamaan dan dedikasinya dalam melestarikan warisan budaya silat.
4. IKSPI Kera Sakti
Ikatan Keluarga Silat Putra Indonesia (IKSPI) Kera Sakti juga hadir di Nganjuk. Perguruan ini mengajarkan kombinasi teknik silat dan jurus-jurus yang terinspirasi dari gerakan kera, dengan pendekatan yang dinamis.
IKSPI Kera Sakti di Nganjuk sering kali terlibat dalam kegiatan lokal untuk mempromosikan silat sebagai olahraga dan budaya.
5. Tapak Suci
Tapak Suci, yang merupakan bagian dari Muhammadiyah, turut meramaikan dunia pencak silat di Nganjuk. Perguruan ini dikenal dengan pendekatan yang mengintegrasikan nilai-nilai keagamaan dengan latihan fisik.
Tapak Suci sering mengadakan pelatihan untuk pemuda dan mengirimkan atlet ke berbagai kejuaraan.
Di Nganjuk, perguruan-perguruan silat ini tergabung dalam Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) setempat, yang berperan sebagai wadah untuk menjaga harmoni antaranggota.
Berbagai kegiatan seperti deklarasi damai, silaturahmi, dan pemasangan spanduk kerukunan sering digelar untuk mencegah konflik dan mempererat tali persaudaraan.
Meski pernah terjadi gesekan di masa lalu, upaya bersama dari perguruan, kepolisian, dan pemerintah daerah telah berhasil menciptakan suasana yang lebih kondusif.
Perguruan pencak silat di Nganjuk tidak hanya menjadi tempat belajar bela diri, tetapi juga sarana untuk membangun karakter dan memupuk semangat kebersamaan.
Dengan berbagai aliran seperti PSHT, Pagar Nusa, Setia Hati Winongo, IKSPI Kera Sakti, dan Tapak Suci, Nganjuk memiliki warisan budaya silat yang kaya dan beragam.
Melalui kolaborasi dan komitmen untuk menjaga kedamaian, perguruan-perguruan ini terus berkontribusi pada kehidupan masyarakat Nganjuk.