Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya Video

Tari Tjokronegoro Khas Sidoarjo Tampilkan Watak Pemimpin dan Sifat Pahlawan

Endro Purwito • Sabtu, 19 April 2025 | 04:00 WIB
Tari Tjokronegoro Khas Sidoarjo Tampilkan Watak Pemimpin dan Sifat Pahlawan
Tari Tjokronegoro Khas Sidoarjo Tampilkan Watak Pemimpin dan Sifat Pahlawan

JP Radar Nganjuk - Seni tari Tjokronegoro khas Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur menyimpan kisah menarik. Asal muasal tarian ini ternyata melalui empat tahapan meditasi.

   Gerak tari ini diciptakan tepat pada hari jadi Kabupaten Sidoarjo, 31 Januari 1975. Tarian Tjokronegoro tercipta atas permintaan Bupati Sidoarjo yang ke-13 bernama Soewandi. Beliau sangat terobsesi untuk menciptakan suatu tarian yang menggambarkan sifat karakter atau watak dari bupati pertama Kabupaten Sidoarjo yakni Tjokronegoro. 

   Soewandi berharap, Kabupaten Sidoarjo dapat memiliki tarian khas yang merupakan simbol kepemimpinan dan sifat kepahlawanan dari sosok tokoh Tjokronegoro tersebut.

Demi untuk mewujudkan keinginannya itu, Soewandi kemudian memanggil Munali Fatah untuk menciptakan sebuah karya tari. Munali Fatah pun menjalankan utusan tersebut.

   Bahkan Munali Fatah melakukan meditasi, dalam proses penciptaan tari Tjokronegoro. Hal itu karena Tari Tjokronegoro lebih menggambarkan sosok watak dari tokoh Tjokronegoro. Sementara Munali sama sekali tidak mengetahui tentang sifat atau karakter apa yang dimiliki oleh Tjokronegoro.

   Dilansir dari jurnal yang ditulis oleh Yahya Edo Wicaksono (2018) menyebutkan, ada empat tahapan meditasi yang dilalui oleh Munali Fatah sebelum akhirnya berhasil memperoleh Ilham yang ia peroleh dengan cara hubungan batin dengan tokoh tersebut.

    Adapun tahapan empat dalam pencarian ide tersebut berlangsung pada beberapa tempat. Yakni di depan rumah Munali Fatah. Tepatnya di bawah pohon jambu, di bawah rumpun bambu atau barongan di belakang rumah, di ruang tamu, dan tempat yang terakhir adalah di dalam kamar dengan keadaan gelap gulita.

   Pada tahapan yang terakhir di dalam kamar ini, setelah beberapa waktu Fatah mulai merasakan tubuh bergerak dengan sendirinya dan setelah selang beberapa waktu bergerak di atas tempat tidurnya tersebut telah menghancurkan sebuah kain sprei.

Setelah Fatah tersadar, ia kemudian termenung dan mencoba merangkai merangkai keseluruhan gerakan-gerakan yang ia peroleh dari meditasinya tersebut.

   Adapun jangka waktu yang digunakan Fatah pada proses meditasinya dimulai dari pukul 00.00 sampai 03.00 WIB. Sejatinya tarian ini diciptakan untuk ciri khas Kabupaten Sidoarjo yang lahir dari gambaran watak seorang tokoh yang merupakan bupati pertama Tjokronegoro.

Editor : Ilmidza Amalia Nadzira
#berita nganjuk hari ini #jawa timur (jatim) #seni tari #tari tradisional jawa #Kabupaten Sidoarjo bagikan sound system