Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya Video

Terungkap! Inilah Alasan Mengejutkan Mengapa Suku Jawa Tidak Memiliki Marga

Redaksi Radar Nganjuk • Senin, 21 April 2025 | 19:12 WIB
Terungkap! Inilah Alasan Mengejutkan Mengapa Suku Jawa Tidak Memiliki Marga
Terungkap! Inilah Alasan Mengejutkan Mengapa Suku Jawa Tidak Memiliki Marga

JP Radar Nganjuk- Suku Jawa terkenal sebagai suku terbesar di Indonesia, dengan populasi mencapai hampir 50 persen dari jumlah penduduk Indonesia.

Warisan budaya yang diturunkan oleh suku Jawa sangat beragam, namun mengapa suku Jawa tidak memiliki marga seperti suku suku lain?

Menurut penelitian seorang antropolog asal Amerika, Clifford Geertz, dalam masyarakat Jawa terdapat tiga golongan utama yaitu golongan santri, abangan, dan priayi.

Golongan tersebut memiliki ciri khas pada nama mereka.

Menurut penelitian Geertz, pada tahun 1960-an sebagian besar orang Jawa tidak memiliki marga, hanya golongan ningrat dan priayi yang memiliki marga pada masa itu.

Bagi golongan tersebut nama keluarga dipakai untuk memberikan tanda bahwa mereka adalah golongan yang terpandang.

Selain itu bagi golongan ningrat wajib berperilaku layaknya kode etik keraton, hal ini dilakukan guna menjaga nama baik keluarga.

Berbeda dengan golongan priayi dan ningrat, golongan masyarakat islam Jawa yang tidak melaksanakan syariat secara penuh atau biasa disebut golongan abangan biasanya memberikan nama anak mereka berdasarkan nama hari atau nama weton.

Golongan abangan cenderung lebih praktis dan simpel dalam memberikan nama kepada anaknya.

Nama yang diberikan cenderung hanya terdiri dari satu atau dua suku kata saja.

Hal ini dilakukan agar mudah diingat dan memudahkan orang tua ketika melakukan ritual kejawen “selametan”.

Baca Juga: Band Seringai Berduka, Gitaris Ricky Siahaan Meninggal Usai tampil di Jepang

Masyarakat Jawa juga percaya mitos tentang nama anak memiliki makna yang besar dan terlalu panjang akan menjadikan anak gampang sakit sakitan. Atau biasa disebut “kabotan jeneng”.

Selain itu bagi golongan abangan, nama hanyalah penanda kapan seorang anak lahir dan tidak memiliki makna yang lebih dalam seperti golongan priayi dan ningrat.

Berbeda dengan golongan priayi/ningrat, dan abangan. Golongan santri cenderung menggunakan nama nama islam seperti Ahmad dan Muhammad.

Alasan suku Jawa tidak memiliki marga juga dapat dilihat pada saat era penjajahan Belanda.

Pada era penjajahan Belanda, marga hanya digunakan bagi mereka yang memiliki aset, hal ini dikarenakan agar mempermudah saat mengurus warisan dan properti.

Karena mayoritas masyarakat Jawa bekerja sebagai petani, maka mereka tidak memiliki alasan untuk menambah marga.

Hal ini dapat disimpulkan 3 alasan orang Suku Jawa tidak memiliki marga adalah karena marga hanya untuk golongan tertentu, kepercayaan “kabotan jeneng” dan marga hanya untuk pemilik aset.

Penulis: Effa Desiana Hidayah

Editor : Ilmidza Amalia Nadzira
#marga #berita nganjuk hari ini #Suku Jawa #fakta #berita nganjuk terbaru #jawa #viral #Javanese #sejarah