Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya Video

Selamat Jalan Hamzah Sulaiman, Sang Raminten Ikon Budaya Yogyakarta

Elna Malika • Kamis, 24 April 2025 | 19:48 WIB
Selamat Jalan Hamzah Sulaiman Sang Raminten Ikon Budaya Yogyakarta
Selamat Jalan Hamzah Sulaiman Sang Raminten Ikon Budaya Yogyakarta

JP Radar Nganjuk - Yogyakarta berduka atas kepergian Hamzah Sulaiman, sosok di balik karakter legendaris Raminten, yang wafat pada Rabu malam, 23 April 2025, di usia 75 tahun.

Berita duka ini disampaikan melalui akun Instagram resmi @houseoframinten, memicu gelombang ucapan belasungkawa dari masyarakat, seniman, dan pelanggan setia.

Hamzah, yang menyandang gelar Kanjeng Mas Tumenggung Tanoyo Hamiji Nindyo, mengembuskan napas terakhir di RSUP Dr. Sardjito setelah dirawat sejak Senin, 21 April 2025, akibat riwayat penyakit diabetes dan usia lanjut.

Hamzah Sulaiman adalah seniman, pengusaha, dan budayawan yang meninggalkan jejak mendalam di Yogyakarta.

Lahir pada 7 Januari 1950 sebagai anak bungsu dari pendiri Grup Mirota, ia mewarisi jiwa seni sejak kecil, tampil dalam pementasan Ramayana hingga ketoprak.

Karakter Raminten, yang menjadi ikonnya, lahir dari peran komedi dalam acara televisi lokal Jogja TV pada awal 2000-an.

Berkebaya, berkonde, dan berlogat Jawa halus, Raminten menghibur dengan sindiran cerdas, mencuri hati penonton.

Visi Hamzah melampaui panggung. Pada 26 Desember 2008, ia mendirikan The House of Raminten di Kotabaru, Yogyakarta, yang awalnya hanya menjual jamu tradisional dan sego kucing seharga Rp1.000.

Dengan nuansa Jawa kental seperti aroma dupa, musik gamelan, dan pelayan berbusana abdi dalem, restoran ini menjelma menjadi destinasi wisata kuliner ikonik.

Hamzah juga mengembangkan Raminten Cabaret Show, pertunjukan yang memadukan tradisi dan modernitas, serta Hamzah Batik, pusat oleh-oleh ternama di Malioboro.

Sebagai abdi dalem Keraton Yogyakarta sejak 2014, Hamzah dikenal sederhana dan berdedikasi melestarikan budaya Jawa.

Ia membangun Raminten sebagai ruang aman untuk ekspresi seni, menciptakan “keluarga pilihan” bagi karyawan dan komunitasnya.

Kisah hidupnya bahkan diabadikan dalam film dokumenter oleh Nia Dinata, yang mulai digarap pada 2024.

Kepergian Hamzah meninggalkan duka mendalam, namun warisannya hidup di setiap sudut The House of Raminten, Hamzah Batik, dan hati masyarakat Yogyakarta. “Selamat jalan, Kanjeng. Inspirasi dan semangatmu abadi,” tulis akun @hamzahbatikofficial.

Editor : Elna Malika
#raminten #Hamzah Sulaiman meninggal dunia #yogyakarta #radar nganjuk #berduka #Yo Ayo Daur Ulang #House of Raminten #wafat