Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya Video

Sepasaran Bayi: Tradisi Jawa yang Sarat Makna

Miko • Selasa, 13 Mei 2025 | 21:44 WIB
Sepasaran Bayi: Tradisi Jawa yang Sarat Makna
Sepasaran Bayi: Tradisi Jawa yang Sarat Makna

JP Radar Nganjuk - Setiap daerah di Indonesia punya cara unik untuk merayakan kelahiran bayi. Salah satu tradisi khas masyarakat Jawa adalah sepasaran bayi.

Apa sih sepasaran itu? Yuk, kita bahas lebih lanjut!

Sepasaran bayi adalah tradisi yang dilakukan ketika bayi berusia lima hari setelah lahir.

Kata sepasaran berasal dari sistem penanggalan Jawa yang terdiri dari lima hari dalam satu siklus, yaitu Legi, Pahing, Pon, Wage, dan Kliwon.

Nah, di hari kelima ini, keluarga biasanya mengadakan acara syukuran.

Tradisi ini bukan sekadar perayaan biasa, lho. Ada beberapa tujuan utama dari sepasaran bayi, di antaranya:

  1. Sebagai ungkapan syukur atas kelahiran sang buah hati.
  2. Memperkenalkan bayi kepada lingkungan sekitar, baik keluarga besar maupun tetangga.
  3. Mendoakan keselamatan dan kesehatan bayi agar tumbuh dengan baik dan dijauhkan dari marabahaya.

 

Ritual dalam Sepasaran Bayi

Masing-masing keluarga punya cara berbeda dalam menjalankan sepasaran bayi, tergantung dari adat dan kepercayaan yang mereka anut. Tapi, biasanya ada beberapa tradisi yang umum dilakukan:

1. Siraman atau Memandikan Bayi

Di beberapa daerah, bayi dimandikan dengan air khusus yang dicampur bunga atau rempah-rempah. Ritual ini dipercaya bisa membersihkan bayi secara lahir dan batin.

2. Selamatan atau Kenduri

Acara doa bersama ini dilakukan untuk meminta berkah dan keselamatan bagi bayi. Biasanya, keluarga mengundang sanak saudara dan tetangga untuk ikut serta.

 

3. Pemberian Nama

Kalau bayi belum diberi nama sejak lahir, acara sepasaran bisa menjadi momen yang tepat untuk mengumumkan namanya secara resmi.

4. Pemberian Sesajen

Beberapa keluarga yang masih memegang adat kejawen menyiapkan sesajen sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur dan permohonan perlindungan bagi bayi.

Sepasaran Bayi di Era Modern

Sekarang ini, banyak keluarga yang tetap melakukan sepasaran bayi, meskipun dengan cara yang lebih sederhana.

Ada yang hanya mengadakan doa kecil bersama keluarga inti, ada juga yang merayakannya dengan cara modern seperti berbagi makanan atau nasi kotak ke tetangga.

Yang penting, esensi dari tradisi ini tetap terjaga: rasa syukur dan harapan baik untuk bayi yang baru lahir.

Nah, itulah sekilas tentang tradisi sepasaran bayi. Tradisi ini bukan hanya warisan budaya, tetapi juga simbol kasih sayang dan doa untuk si kecil.

Bagaimana dengan di daerahmu, apakah ada tradisi serupa?

Editor : Miko
#weton #jawa #bayi #tradisi #Sepasar #budaya